Suara Terbising
Bisingnya suara klakson yang kian hari kian terbiasa terdengar di telinga para warga kota-kota besar, khususnya Ibukota Jakarta, menganggap suara tersebut cukup mampu membuat telinga berdenging. Namun sebuah penelitian mengungkapkan bahwa suara rengekan seorang bayilah yang merupakan suara paling mengganggu. Penelitian ini dilakukan oleh seorang profesor psikologi di SUNY New Platz, yang membuktikan bahwa suara rengekan bayi itu lebih mengganggu dibandingkan suara meja gergaji.
Untuk menguji hal tersebut, ia menguji tingkat toleransi terhadap berbagai suara yang mungkin dianggap mengganggu bagi para partisipan. Kemudian, para ilmuwan meminta partisipan untuk mengerjakan soal-soal matematika dalam kondisi yang berbeda-beda. Pertama dalam suasana hening, kemudian ketika diperdengarkan suara orang sedang bercakap-cakap, suara celotehan bayi, rengekan bayi, dan suara mesin.
Hasil membuktikan, bahwa suara rengekan bayilah yang lebih cepat membuyarkan konsentrasi partisipan dibandingkan suara lain sehingga mereka sering membuat kesalahan. Gangguan ini dialami baik oleh pria maupun wanita sementara suara lainnya tidak mengganggu kemampuan partisipan dalam mengerjakan soal matematika. Namun, hal ini tidak berlaku bagi komunitas ilmiah. hal itu dikarenakan ilmuwan sanggup mengabaikan suara tersebut.
"Pada dasarnya, Anda hanya sedikit mengerjakan soal dan membuat banyak kesalahan saat mendengar suara rengekan," jelas Rosemarie Sokol Chang, profesor psikologi di SUNY New Platz, wakil pimpinan studi tersebut.
Para peneliti sepakat untuk mengungkapkan lebih lanjut riset mengenai struktur dan efektivitas rengekan. Dimana, selain suara ini termasuk yang paling terabaikan diantara vokalisasi lainnya, suara rengekan bayi juga terbukti ampuh untuk menarik perhatian.
*Sumber : Time.com