Manusia Purba Kerdil

manusia purbaSebuah penemuan kerangka manusia yang sangat kecil di pulau Flores, Indonesia, membuktikan bahwa ada spesies manusia lainnya yang telah hidup cukup awal bersama Homo sapiens. Meskipun dalam penamaannya mereka sebagai Homo floresiensis memunculkan pertanyaan mengenai definisi spesies dan legitimasi dari penamaan tersebut. Sekumpulan manusia kerdil ini, yang hidup sekitar 13 ribu tahun lalu, tingginya hanya satu meter ketika dewasa, namun memiliki anatomi yang berbeda dengan manusia cebol.

Dalam kurun waktu 35 ribu tahun terakhir manusia telah menjadi spesies yang sepenuhnya kosmopolitan yang menyebar di muka Bumi, dengan hanya mengalami sedikit perbedaan genetik antar ras. Evolusi fisik pada manusia seakan tidak pernah berhenti. Tak hanya itu saja, evolusi budaya juga telah mengalami perubahan besar dalam waktu singkat.

Manusia sapiens modern pertama disebut sebagai Cro-Magnon, tinggal didalam gua-gua di Perancis selatan dimana kerangka mereka ditemukan. Dalam periode Paleolitikum Atas, dari sekitar 35 ribu hingga 8 ribu BC, mereka telah menyusun landasan budaya kita. Melalui metode yang kian baik, mereka mulai belajar membentuk batu lalu tulang menjadi alat yang baik unuk digunakan sesuai kebutuhan atau fungsi alat tersebut.

Selain ditemukannya mata tombak dan mata pancing, ditemukan pula jarum yang menunjukkan penggunaan dalam pembuatan pakaian dari kulit hewan. Mereka disinyalir memiliki tingkat kecerdasan dan kemanusiaan yang sama dengan kita, hal ini terlihat dari cara mereka merawat anggota mereka yang wafat, yang ditandai dengan warna merah dan dikubur dengan berbagai artefak sebagai bukti adanya pemikiran mengenai hari akhir.

Dengan melalui lukisan dan pahatan, mereka berekspresi. Sebagian pahatannya bercirikhaskan realisme dan sebagian lagi merupakan pembesar-besaran dari wanita hamil yang mungkin digambarkan dalam ritual kesuburan. Hingga kini, lukisan dibeberapa gua di Perancis dan Spanyol masih mampu memberikan inspirasi dan kekaguman bagi kita. Tak hanya itu saja, tingkat kecerdasan mereka juga terlihat dalam pembuatan cat yang menggunakan tanah liat dan lemak hewan yang diwarnai dengan arang dan oksida logam.

*Sumber : NGI

Leave a Reply

CommentLuv badge