Warisan untuk masa depan
Ilmu pengetahuan kian hari kian menunjukkan wajahnya dalam hal-hal terbaru yang bisa memudahkan hajat hidup para manusia di bumi. Salah satunya, penciptaan materi terpanas dan terpadat di Bumi yang temperaturnya mencapai 100 ribu kali lebih panas dibandingkan inti matahari, yang diciptakan ulang oleh para ilmuwan.
Para fisikawan menggunakan Large Haldron Collider (LHC) di CERN untuk menyatukan dua ion timah berat pada kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. Hasilnya, sebuah materi terpadat yang pernah ada di bumi yang termasuk kategori materi quark gluon plasma, materi yang tercipta beberapa milidetik setelah ledakan besar (big bang) pada 13,7 miliar tahun lalu.
Dalam proses tersebut, juga dihasilkan panas sebesar 1,6 triliun derajat Celsius, temperatur yang 100 ribu kali lebih panas dibandingkan inti matahari. Materi yang terbentuk sangat padat, hingga hanya lubang hitam yang bisa mengalahkan kepadatannya. Kategori materi seperti ini tidak terdapat di bumi secara alamiah dan diyakini hanya terjadi saat tumbukan dua bintang netron, jelas profesor Geoffrey Taylor dari University of Melbourne yang menjadi bagian tim ilmuwan di Atlas Detector LHC.
Dalam tumbukan itu juga menghasilkan anti-materi yang dapat membantu menyibak misteri mengapa kita hidup dalam semesta materi yang stabil saat jumlah materi dan anti-materi yang sama terbentuk ketika ledakan besar terjadi, tambahnya.