Kluster Bintang
Kluster bintang merupakan sekumpulan bintang yang terikat oleh gravitasi bersama. Ada dua tipe utama dalam kluster bintang, yaitu kluster bola, dengan bentuk kluster yang padat, dan terdiri dari ratusan ribu bintang yang sangat tua. Yang kedua, kluster terbuka, yang lebih renggang, terdiri dari hanya beberapa ratus anggota, dan sangat muda.
Pada tahun 2005, para astronom menemukan tipe kluster bintang baru sepenuhnya dalam galaksi Andromeda, yang dalam beberapa hal memiliki karakter yang sangat mirip dengan kluster bola. Saat ini, tidak ada kluster perantara yang ditemukan dalam Bima Sakti. Tiga yang ditemukan di Galaksi Andromeda adalah M31 WFS C1, M231 WFS C2, dan M31 WFS C3.
Kluster bintang yang baru-baru ini ditemukan memiliki ratusan ribu bintang, dengan jumlah bintang yang sama dengan jumlah yang ditemukan didalam kluster bola. Kluster tersebut juga memiliki karakteristik kluster bola, misalnya pada populasi bintang dan kelogaman. Yang membedakannya hanyalah pada bentuk yang jauh lebih besar, memiliki beberapa ratus tahun cahaya diameternya dan seratus kali lebih renggang. Secara parametrik, kluster-kluster ini berada di antara kluster bola dan galaksi bola cebol.
Kluster bola jauh lebih relatif stabil daripada kluster terbuka. Ketika kluster terbuka terlepas secara gravitasi, bintang-bintang penyusunnya akan terus bergerak menuju ke arah yang sama di antariksa, walau kecepatannya menjadi berbeda-beda. Kelompok ini disebut asosiasi bintang. Kluster yang bergerak jauh tidak dapat dideteksi dengan segera karena gerakan bersama bintang harus diketahui.
Kluster bintang memiliki peran penting dalam banyak hal dibidang astronomi. Karena bintang-bintang di dalamnya terlahir dalam saat yang bersamaan, berbagai sifat dari semua bintang dalam sebuah kluster hanya sebagai fungsi dari setiap massanya, dan karenanya teori evolusi bintang bertopang pada pengamatan kluster terbuka dan bola.
*Sumber : faktailmiah.com