Janji Pemerintah
Banyaknya siswa yang tidak lulus UN pada tahun ajaran kali ini, dengan mata pelajaran bahasa INdonesia, mampu membuat Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) kegerahan. Sebagai tindak lanjutnya, mereka berjanji akan turun tangan memperbaiki mata pelajaran bahasa Indonesia. mengingat Kurikulum bahasa Indonesia dibuat di bawah Balitbang dan pusat kurikulum, ujar Yeyen Maryani
Berdasarkan data yang Kemdiknas, bahasa Indonesia menempati urutan kedua dengan angka tidak lulus terbanyak setelah Matematika. Sedikitnya, sekitar 1.786 siswa atau (38,43 persen) SMA/MA tidak lulus UN bahasa Indonesia.
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Yeyen Maryani, menjelasakan bila penyusunan kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia sepenuhnya dilakukan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan beserta Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang Kemdiknas. Meski demikian, ia akan proaktif memberi masukan agar kurikulum bahasa Indonesia dapat lebih mudah dipahami siswa.
Menurut Yeyen, kurikulum bahasa Indonesia sejauh ini sudah baik. namun ia akan kembali meneliti letak kegagalan bahasa Indonesia pada UN kali ini."Saya kira kurikulum bahasa Indonesia sudah bagus, mungkin saja ada pola pengajaran yang tidak nyambung dari bahasa itu antara guru dengan murid," ujarnya.
*sumber foto : google.com