Guru pilih golput

Guru pilih golputNasib guru yang tidak mengalami perubahan, membuat sejumlah guru  honorer dari beberapa wilayah di Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Bandung, Rabu (18/5/2011). Dalam aksinya, mereka mengeluarkan ancaman bakal tidak menggunakan hak politik alias "golput" dalam pemilihan  Gubernur dan Wakil Gubernur mendatang, bila tidak ada perubahan sama sekali.

Selama ini, para guru honorer menuntut pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan guru honorer, khususnya di sekolah swasta. Selama ini, status mereka yang kurang jelas karena diangkat kepala sekolah dan upahnya di bawah upah minimum daerah. Ketua Federasi Guru Honorer Jawa Barat, Tia Irawan Diredja, menuturkan, nasib guru honorer bak bumi dan langit dengan guru PNS yang dihujani tunjangan dari pemerintah.

Saat ini mereka hanya menerima tunjangan fungsional sebesar Rp 200.000 per bulan yang diserahkan tiap enam bulan, ujarnya.Selama ini, para guru honorer juga menanti realisasi janji kampanye Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dimana saat kampanye Ahmad Heryawan pernah berjanji untuk menyamakan upah guru honorer dengan guru PNS di Jakarta. Saat itu, upah guru honorer di Jakarta mencapai Rp 2 juta per bulan, sementara di Jabar belum ada tunjangan dari pemerintah provinsi.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 10.45 dan bergerombol di depan pintu masuk Gedung Sate yang pagarnya telah ditutup serta dijaga oleh belasan personel kepolisian. Mereka meneriakkan yel-yel sembari bernyanyi lagu anak-anak yang digubah liriknya berisi keprihatinan atas nasib guru.

Leave a Reply

CommentLuv badge