Indonesia – Malaysia
Dah lama saya muak dengar rakyat bangsa ini meneriakan Perang secara fisik kepada Malaysia. Malu rasanya jiwa ini terhadap bendera merah putih.
Bangsa ini adalah bangsa dengan jumlah penduduk yang tinggi, dan tingkat intelektualitas yang baik. Tahukan mereka (yang berteriak perang) bahwa sekarang perang bukan dalam bentuk kontak senjata? Tapi dalam bentuk penjajahan intelejensi? Sementara mereka berteriak perang, negara lainnya sibuk menyuntikan doktrin mereka jauh lebih dalam lagi.
Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat banyak, hanya saja, salah dalam pengelolaan, korupsi sana sini. Yang harusnya diperangi adalah, pejabat-pejabat kita sendiri itu.
Tanya kepada mereka, kenapa dengan gaji standar mereka, mereka mampu menjadi orang yang kaya raya? Apapun itu yang masih ada lingkupnya dengan pemerintahan, lihat karyawannya, lihat staff nya, cari tahu berapa gaji mereka, tapi kenapa mereka bisa lebih makmur daripada pekerja swasta?
Budaya “tips” yang dibenarkan, bahkan dicari pembenarannya menjadi cikal bakal hancurnya mental kita.
Ini saya dapat dari mailing list :
—-
Dapet broadcast BBM,hhmmm…
WAJIB BACA KLO KMU ORG INDONESIA
Sadarkah kamu bahwa pelecehan kedaulatan Indonesia oleh Malaysia adalah strategi lama ‘devide et ampera’ yg tak kita sadari
Let’s Flashback!
Dunia tau, Indonesia adalah raksasa yg tertidur
Ia sempat berdiri tegak dgn kerajaan maritimnya dimasa lampau Namun sejak kedatangan Belanda, dunia menidurkan sang raksasa dengan devide et ampera atau adu domba
Saat itulah Indonesia diadu domba dengan beragam suku yang mulai terpecah belah agar mudah terkalahkan
Namun ternyata perpecahan itu butuh waktu 350 thn bagi Belanda untuk menguasai. Mengapa Indonesia merdeka? Karena tak terkalahkan jika semua bersatu
Dimasa modern, devide et ampera diterapkan lewat adu domba politik, dunia gempar dgn kecerdasan Habibie, beliau memimpin hanya selama 512 hari namun mengeluarkan Indonesia dari jurang krisis. Beliau turun jabatan dan kecerdasanya dimanfaatkan negara lain. Turunya jabatan beliau bahkan memberikan selamat datang bagi pemerintahan yang merasa lebih pintar dari sebelumnya
Dimasa ketiga, mantan menteri keuangan Sri Mulyani dengan prestasinya menghindarkan Indonesia dari krisis finansial 2008 bahkan meraih hasil positif. Dunia sekali lagi gentar.
Adu domba politik yg terjadi mengharapkan Sri Mulyani mundur dan dipilihlah bank dunia. Apakah kamu tidak tersadar? Mengapa Indonesia rela mengusir pejabat terbaiknya?
Lalu mengapa tindakan Malaysia dikatakan devide et ampera? Karena sekarang adalah masa2 yg hebat bagi Indonesia. Terhindar dari krisis finansial 2008 membuat dunia terbelalak. Apalagi skrg pemerintahan menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,5%. Dunia ingin sang raksasa cepat ditidurkan kembali, dengan adu dombanya
Lantas ?
Apakah perang? Tidak, negeri ini telah berada di jalur yg tepat, perang hanyalah menguras perhatian dan keuangan negara. Cukup tindakan tegas ! Maka dunia terdiam karena adu domba telah gagal.
Indonesia adalah bangsa yg cerdas. Maju terus Indonesia. Sadarlah bahwa ini semua hanya sandiwara belaka
Sebarkan.
—-
Bukan saja saya yang berpikiran seperti ini, tapi banyak lagi, tapi sayangnya, rakyat kita senang diprovokasi, senang dipermainkan emosinya, jangan heran acara-acara berbungkus reality show sekarang sudah dengan skenario, hahaha.
Pernah dengar berita, bahwa Indonesia dan Malaysia adalah pilar ASEAN, banyak sekali diluar sana yang takut dengan kebangkitan Asia, maka cara yang tepat adalah membidik pilarnya agar runtuh, sehingga Asia pun runtuh dan dapat dikendalikan oleh mereka-mereka itu.
Sadarkah kita, bahwa politik penghancuran secara internal sudah berjalan dengan baik? Baik dari isu agama, sosial, budaya, dan lainnya. Tapi rakyat kita, plus sebagian media, senang dengan hal yang memacu kemarahan. Ah…bagaimana lagi cara membangun bangsa ini?
Semangat memecah bangsa, dengan berusaha membuat semua pemeluk agama melupakan jalurnya, mereka tetap beragama, tapi hati mereka ATHEIS!!! Lebih mengerikan lagi, sudah masuk ke individu-individu cerdas yang mampu membuat pengaruh, lewat tulisan ataupun lisan.
Kalau mereka Islam, tanyakan ke mereka tentang shalat 5 waktu, tanyakan mereka tentang penegakkan kaidah? Dengan beribu kalimat cerdas mereka akan berkilah, mengatakan, “saya sudah pada jalur yang tepat!!, anda yang salah!!” Sambil membuka kalimat-kalimat bernafaskan liberalisme.
Untung saja, saya dan LSM saya tidak berkutat dimasalah ini, cukup dengan Keselamatan dan Kenyamanan jalan saja