Bangsa ini Lucu!
Tari Pendet kembali menjadi rebutan antar Indonesia dan Malaysia, lalu? Kemanakah rakyat yang katanya Indonesia itu berada sebelumnya? Ketika mereka lebih menyukai budaya barat, dan melupakan budaya sendiri, jangan mengeluh…
Setelah Reog dan Rasa Sayange, apalagi? Apalagi yang dilupakan bangsa ini? Seharusnya kita berterima kasih kepada bangsa “peng-klaim” itu, karena mereka terus-terusan mengingatkan atas kekayaan budaya Indonesia.
Berteriak nasionalis, tapi tidak pernah bersikap membela dan melupakan kekayaan bangsa sendiri? Untuk apa?
*teringat ketika berkumandang kata “merdeka” dimana-mana tapi kendaraan di jalan tidak lagi bangga dengan kibaran merah putih*
ya begitulah.. kita mendapat karunia budaya yang begitu banyak. itu sebenarnya memang patut kita syukuri. yang menjadi kendala adalah bahwa bangsa kita (umumnya yang muda2) merasa dikatakan maju dan uptodate kalau mengikuti trend budaya barat. contoh ada sekolah dansa dimana banyak peserta untuk KHUSUS belajar Line dance ala koboi. saya suka bertanya2 apakah orang seperti ini bisa menari poco-poco? yang pada dasarnya juga suatu line dance. saya sangat appreciate dengan resto Bebek bali (taman ria senayan) dimana mereka punya sesi belajar dansa ada salsa dll dan ADA POCO-POCOnya. yang menarik adalah mrk bikin variasi gerak sehingga poco-poco jadi lebih menarik. sayang skarang resto tsb sepi karena lingkungannya juga sepi.
kembali ke budaya, saking begitu banyak yg kita miliki maka kita seperti fenomena orang kaya, yaitu gak menghargai lagi apa yang menjadi kekayaan budaya kita. lalu saat mulai ada yang mengusik dan mengaku2 baru deh kita tersadar, betapa budaya tsb menjadi pentingbagi negara laenkaya aakan harta tapi miskindalam budaya…
kalaupun sekarang dipermasalahkan umumnya bukan karena ingin mempertahankan budaya tsb tapi mempermasalahkan kedaulatan hahaha… sampe tarian tsb diakui negara malaysia bisa2 lama2 mrk ngaku2in pulau we dan sabang yang diujung aceh.. hahaha….
Reply
digitalmbul
reply on August 24th, 2009 6:01 am:
semoga kita menjadi bangsa yang bersyukur..
Reply