Penyempitan Makna Safety..
Artikel ini untuk membahas bahwa akhir-akhir ini terjadi penyempitan makna Safety dikalangan insan otomotif, Safety selalu saja di identikan dengan Technical Skill, jadi, kalau anda bertanya, apakah itu Safety Riding/Driving ? pasti jawaban umum yang anda terima adalah, bagaimana cara anda drifting, sliding, body lane, melewati chidori atau lain sebagainya.
Penyempitan makna Safety ini sendiri tidak terlepas dari berbagai kampanye yang salah kaprah menurut saya, salah satu contohnya adalah satu kampanye Safety yang sangat di banggakan oleh salah seorang perwira Polisi misalnya, pada saat itu saya ingat, dia mengatakan, acara ini tidak mungkin salah, karena di koordinir oleh instansi besar, bukan yang kecil (kaya RSA … -red ), dan sebagian besar lainnya adalah tidak lain dari image branding, maka yang terjadi adalah, bukannya mengedepankan faktor safety, tapi lebih cenderung ke acara hiburan. Coba perhatikan sendiri kampanye safety yang ada, apakah pada acara tersebut ada topik tentang sosialisasi peraturan tertulis? Kalaupun ada, bukan menjadi porsi utama.
Maka ada sedikit gambaran yang bisa menjadi visualisasi,
Rules Knowledge atau diartikan seagai Pengetahuan Peraturan, menjadi porsi terbesar di dalam skema diatas, hal ini untuk membuktikan bahwa pengetahuan tentang peraturan adalah suatu yang mutlak yang harus di miliki oleh semua pengguna jalan.
Hal ini sama seperti kita memiliki satu barang dengan satu arahan dalam penggunaannya, setiap barang yang dilengkapi dengan arahan pemakaian, tentunya dimamaksudkan agar seluruh pemakai barang tersebut dapat mengaplikasikan dengan aman, ini tidak jauh berbeda dengan Road Rules. Road Rules diciptakan untuk mengakomodir ribuan bahkan jutaan pengguna jalan, agar dapat berjalan di dalam satu koridor yang benar.
Yang di harapkan dari pemahaman sempurna pada Road Rules adalah terciptanya Road Attitude yang baik, hal ini didukung oleh lengkapnya Road Rules didalam kehidupan berkendara sehari-hari, dengan terciptanya Road Attitude yang baik, tidak dapat dipungkiri hal ini menjadikan tujuan kepada Road Safety jauh lebih mudah.
Skill, porsi nya jauh lebih kecil dari dua porsi sebelumnya, karena di dalam pemahaman sempurna tentang Road Rules dan Road Atitude, Skill Knowledge akan menjadi faktor pelengkap dari tujuan Road Safety ini. Apabila didalam Road Rules sudah tidak dapat mengakomodir dalam kegiatan aman berkendara sehari hari, maka Skill Knowledge akan menutupi kekurangan tersebut.
Mari kita mulai membuka mata dan buka telinga, Safety is not all about technical skill…Mari kita geser pengertian Road Safety selama ini…
gw setuju bro!
gw setuju pd road attitude, rules knowledge, skill merupakan pemahaman dr road safety ato safety riding itu sendiri.
menurut penglihatan gw selama gw di jalan bahwa sebagian besar pengendara baik itu roda dua ato roda empat masih minim pemahamannya pada 3 bagian tsb, padahal ketiga bagian itulah yang paling penting dalam berkendara yang baik, aman, dan nyaman agar kita sampai pada tujuan tanpa cacat apapun.
gw sendiri aja jg msh perlu banyak belajar lg ttg ketiga hal tersebut.
SALUT buat RSA.
Reply
safety is nuber one for human…
lam kenal ya…
Reply
digitalmbul
reply on July 25th, 2009 2:03 pm:
thank’s bro
Reply
Setuju Mas Bro… na bagaimana menurut mas Bro dengan istilah “safety speeding”??
Reply
digitalmbul
reply on July 31st, 2009 11:33 pm:
safety speeding untuk di sirkuit..bukan di jalan keseharian..:D
Reply
Robbymilo
reply on August 1st, 2009 1:17 am:
Piss Bro..
Reply
barangkali bukan penyempitan meskipun hal ini mengesankan adanya kekurangpedulian masyarakat, aparat terhadap keselamatan di jalan raya.
saya rasa bukan hal yang terlalu keliru apabila kampanye safety driving ini berkutat pada teknis penguasaan kendaraan. karena memang ada kebutuhan untuk menguasai kendaraan dalam keadaan ekstrem. hal inilah yang menjadi materi dari safety driving dengan makna ‘sempit’. di luar itu sebenarnya perlu lebih dieksploitasi tentang penguasaan perilaku, aturan, dan penegakannya di lapangan.
saya rasa, instruktur safety driving manapun (yang sebagian menggunakan istilah defensive driving) akan setuju bahwa di luar teknik berkendara, lebih penting lagi adalah perilaku dan kepatuhan terhadap aturan. sebagaimana tema road safety.
buktinya, salah satu perusahaan otobus antar kota antar propinsi yang pernah dikenal sebagai raja pantura dan sering memakan korban warga di lintas pantura, kini bisa berubah menjadi perusahaan bus yang menerapkan safety driving. hal ini terjadi semenjak para sopirnya menjalani kursus di diklat ditlantas polri serpong. dan hasilnya penurunan jumlah korban di pantura (dari sisi warga sekitar). di satu sisi sudah sukses memberikan rasa aman kepada warga sekitar. di sisi lain, banyak warga yang senang berkendara roda dua di malam hari tanpa lampu atau tidak mengindahkan lajur jalan sehingga rentan kecelakaan.
Reply