Orang Ganteng Dilarang Pake Helm!

orangganteng269

Photobucket

Beberapa kali saya mencoba melihat sinetron, walaupun itu secara terpaksa, sering kejadian “aneh” terjadi disana. Para pemeran utama yang jarang sekali terlihat menggunakan helm yang aman, kalaupun memakai helm, pasti tidak sempurna.

Kenapa? Setelah Litbang RSA mengadakan survey kecil-kecilan dengan bertanya kepada para pemeran dan sutradara, ternyata para pemeran mempunyai keharusan terlihat muka. Padahal sebetulnya dibelakang layar, para pemeran itu menggunakan alat pelindung diri yang termasuk lengkap bila berkendara dengan motor.

Efeknya? Pernah dengar seorang ibu yang mencubit gemas para pemain antagonis di luar sinetron, atau anak-anak muda yang berteriak histeris ketika melihat idolanya, atau meniru gaya/dandanan si artis tersebut? Ya..itulah efeknya, mereka seperti terhipnotis oleh karakter yang diperankan sang idola di sinetron.

Rupanya menurut pengakuan seorang aktor senior, memang yang menjadi dewa di dalam dunia pertelevisian adalah rating, ironis memang, sebegitu mudahnya nyawa manusia di jalan dihargai dengan uang, dengan berbagai macam pembenaran yang sebetulnya membunuh. PH, Sutradara, Produser tidak bisa berkata banyak, karena mereka pasti menginginkan uang, itu sebabnya mereka memilih dunia itu sebagai sumber penghasilan. Bagaimana membunuh budaya ini? Satu-satunya adalah ketukan hati nurani dari para Broadcaster untuk dapat jauh lebih perduli dengan nyawa yang hilang di jalan raya.

Selamatkan nyawa pengguna jalan!


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


3 Responses to “Orang Ganteng Dilarang Pake Helm!”

  1. Makanya saya gak pernah naek motor soalnya ribet dengan helmnya itu loh … :)

    Rindus last blog post..Ketika Cinta Enggan Bertasbih

    Reply

    digitalmbulNo Gravatar reply on July 21st, 2009 4:21 am:

    istri saya juga berjilbab, tapi dia memilih helm yang persis sama dengan saya, modular flip up, yang konon menurut para wanita adlaah helm yang paling menyebalkan…
    Istri saya lebih memilih sebal, daripada terjerembab dengan proteksi minim :D

    Reply

    nadiNo Gravatar reply on July 21st, 2009 8:28 am:

    @Rindu, naik motor atau tidak itu lebih kepada pilihan. Jika sudah memilih tentu sadar dengan konsekuensinya. Jadi tidak ada kamus ribet jika itu sudah merupakan pilihan. Seperti jilbab bukan? Ada yang memang patuh karena sadar, ada yang hanya memakai kalo kondangan, ada pula yang tidak mengenakan walau dia seorang muslimah.
    Helm dan motor ibarat mobil dengan safety belt. Itu juga terkait kosekuensi pilihan. Naik mobil ya wajib memasang safety belt secara benar. Bukan karena takut ditilang, tapi karena ingat keluarga tercinta menanti di rumah. Lagi pula, bagi saya, perangkat keamanan itu sudah menjadi “iman”. Jadi nggak ada yang namanya ribet.

    Salam non ribet.

    nadis last blog post..Ereksi WR 125X

    Reply

Leave a Reply

CommentLuv badge