Antivirus Lisenced Murah ?
Hari Sabtu tanggal 13 Juni 2009, saya memenuhi undangan dari Kaspersky di Hongkong Cafe Thamrin, sempat bingung tentang keberadaan tempat itu, tapi karena lokasinya yang berdekatan dengan kantor istri saya, saya pun tidak menemukan kesulitan menuju ke lokasi. Sebetulnya, saya agak bingung, karena undangan datang hari jumat, beruntung hari itu saya tidak ada acara. Yang menjadi ketertarikan saya adalah tentang rentannya blogger dengan virus, padahal kebanyakan dari kita adalah pengguna hosting sewaan diluar.
Sesampainya di lokasi, saya datang kepagian, dan sempat menghabiskan waktu untuk menelpon teman, dan mengisi pulsa modem Jump Smart, “limapuluh ribu cukup lah” dalam hati saya. Di ruangan saya mulai di sambut oleh Mbak Hada, sempat saya panggil “mas” di dalam email undangannnya, lalu disambut oleh ibu Chyntia, mengucapkan terima kasih atas kedatangan saya, saya pun berterima kasih atas undangan yang diberikan kepada saya.
Blogger pun datang berurutan, pertama dengan Bro Ferry, lalu Bro Adhi muncul setelah acara berlangsung, sebelumnya sudah ada tamu undangan juga yang datang, tapi saya pemalu, jadi tidak sempat berkenalan
.
Paparan dibuka oleh Mrs. Gun Suk Ling – Managing Director Asia Tenggara Kaspersky, dengan bahasa Inggris, karena beliau tidak fasih berbahasa Indonesia, akunya. Beliau mengaku baru pertama kali bertemu dengan blogger Indonesia, dan menurut beliau Indonesia mempunyai blogger terbanyak se-asia tenggara, hmmm..dahsyat yah…walau masih heran dengan blogger terbanyak tapi masih saja ada satu orang bisa tenar dengan predikat pakar palsu..hehe. Beliau menyampaikan ada sekitar 400.000 an blogger di Malaysia, sedangkan di Indonesia menurut salah satu peserta undangan sudah berjumlah 700.000 lebih blogger.
Dengan jumlah blogger yang begitu banyak, beliau berniat akan mengadakan kumpul blogger (bukan kumpul bocah yaa..) dalam waktu dekat ini, dimana ada sekitar 10.000 blogger yang akan diundang, wow. Sepertinya beliau ingin mengikuti tren Fan Kaspersky yang telah berhasil di China, ini saya dapatkan bocoran dari Mbak Hada waktu ngobrol santai sebelumnya.
Tetapi sayangnya, blogger yang datang baru segelintir yang menggunakan Kaspersky, walaupun ada masig menggunakan ManDu Lisence. Dengan alasan yang sangat klise bagi pengguna di Indonesia, yaitu tentang harga, sangat mengejutkan, dan makin terbuka wawasan saya, ternyata harga yang ditawarkan oleh Kaspersky ini tidak mahal, atau masih terjangkau oleh kocek lah paling tidak.
Nama Kaspersky sudah ada dari tahun 1997, diambil dari nama Eugene Kaspersky, dan dibawah produksi AVP, sangat bergerak cepat pertumbuhannya, sedangkan R&D terbesar kedua adalah China, setelah Rusia. Ternyata di Indonesia terdapat virus lokal terbanyak se-asia, tdak megejutkan, karena orang kita rata-rata pintar kan ? hehe. Bahkan di Surabaya mereka ditantang untuk menghapus virus, kalau tidak berhasil mereka berani memberikan kompensasi sebuah laptop. Mrs. Gun juga mengklaim mempunyai 700 tenaga untuk R&D, dan ada 200.000.000 pengguna legal di dunia, itu belum termasuk MangDu, Ambas, Roxy, dan Lisenced gelap lainya.
Sempat menjadi pertanyaan, bila di Indonesia masih di bawah Malaysia untuk kantor cabang Asia, apakah akan mempengaruhi harga, jawaban memuaskan didapat dari Mrs. Gun, beliau menyangkal bahwa dengan kantor cabang di luar Indonesia akan membuat harga Kaspersky menjadi mahal. Ternyata di Indonesia mempunyai replikator resmi sendiri, jadi tidak harus meg-import media kit dari Kaspersky ini. Dengan kwalitas yang sama dengan diluar, menyebabkan rentannya pembajakan, yaitu harga murah yang di Indonesia tidak dapat di perjual-belikan di luar, karena selain punya hukum sendiri, Kaspersky telah membuat porsi IP masing-masing negara. Dan Kaspersky dijual dengan izin menggunakan selama 1 (satu) tahun. Harga selebihnya bisa dilihat di SINI.
Bro Adhi menanyakan, kalau kita beli Kaspersky Anti Virus (KAV) yang murah itu, apakah kita harus melengkapi dengan Kaspersky Internet Security (KIS)? Ternyata tidak, Kalau kita sudah menggunakan KIS tidak perlu lagi membeli paket KAV nya..hmm..masuk akal juga.
Ada satu kalimat yang sangat menarik, yaitu, di Indonesia sangat rentan dengan Virus lokal dan menjadi produsen virus lokal terbanyak, karena di Indonesia adalah pengguna program bajakan tertinggi. Siapa yang bisa menjamin, dalam program bajakan yang kita beli itu, ujar Erwin Yovitanto perwakilan vendor resmi Kaspersky di Indonesia, Astrindo.
Sekarang ini telah beredar 25.000.000.000 jenis virus, dan nomor satunya adalah Heur Trojan Generic malware dengan serangan kuantiti 248.857. Saya masih agak bingung dengan hitungan kuantiti ini, tapi paling tidak peringkat dari jenis virus ini sudah cukup mendukung kepopulerannya.
Aplikasi yang paling rentan di serang adalah microsoft, aple, adobe,sun, realnetworks winamp, acdsee, dan masih banyak lagi, microsoft paling banyak karena mungkin ini adalah ‘sahabat’ hardware kita. Urutan kerentanan berdasarkan impact adalah system access, exposure of sensitive data, security bypass,dos,cross site scripting, exposure of system, manipulation of data. Root Penetration adalah kegiatan yang sering dilakukan oleh virus-virus ini, yaitu mengaktifkan virus pada saat hardware start atau sebelum masuk ke Operating System, atau kalau dulu waktu SMA saya mengenalnya dengan resident memory virus, biasanya dikembangkan dengan bahasa Asembler.
Ternyata virus yang rentan kepada para pengguna internet aktif adalah, ketika sebuah virus yang tertanam merubah alamt DNS dari salah satu alamat, menjadi alamat “si virus”. Kaspersky juga mengklaim dapat mengidentifikasi perubahan ini.
Social network application, dan gaming di internet menjadi sasaran utama virus yang berkeliaran di dunia maya ini, dan yang tenar adalah Botnet, cara kerjanya adalah mirip seperti remote desktop, si botnet akan menguasai dan akan membuat perintah dari PC kita untuk menyerang PC lainnya, bahka di China botnet ini diperjual belikan sekitar Rp. 7.000.000 untuk menguasai ribuan komputer, dan siap menyerang salah satu komputer sasaran, kami sempat berpikir..ini adalah masukan yang bagus..hahahahaha…tapi tentunya hanya bercanda. Confker Botnet mampu mengirimkan 10.000.000.000 email perhari, bayangkan bila salah satu server terserang, hanya dalam hitungan menit server tersebut akan down. Di tahun 2006 ini akibat virus seluruh dunia adalah USD 13.3 billions, wow…
Kaspersky juga mengeluarkan anti virus untuk mobile phone, smart phone, dengan berbagai macam platfom, yang menarik, mereka mendesign locking handphone ketika handhone terebut dicuri, dan otomatis mengirimkan SMS kepada pemiliknya dari nomor baru(dengan nomor alteratif yang di tentukan sebelumnya), bahkan bila handphone menggunakan teknologi GPS, anti virus ini mampu mengirimkan koordinat akhir keberadaan handphone tersebut dengan sebuah trigger yaitu SMS dari si pemilik. Metode satu lagi adalah membuat handphone tersebut sama sekali tidak bisa digunakan, atau mati total.
Lumayan banyak pengetahuan saya dari acara itu, dan saya menunggu acara berikutnya yang lebih besar, tentunya dengan perencanaan waktu yang matang. Saya melewati jam untuk makan siang, karena anak sudah menunggu di rumah. Kaos souvenirpun berpindah ke tangan saya dengan ukuran XL.


Anti Virus??? rasanya ribet juga ya menentukan pilihan, bayangkan kalo OSnya aja masih bajakan, software aplikasinya juga donlotan, antivirus tak kalah jumlahnya dari yang paling terkenal ampai paling aneh di telinga tersedia donlotannya, paling resikonya gak bisa update, bisa diakali donlot lagi yang lebih gress…. jadi….
donlot ah………..
Reply
kirain dapet kaspersky setaun gratis
edys last blog post..Mengalah
Reply
digitalmbul
reply on June 16th, 2009 6:26 am:
ssssttttt….
itu mah bayar..kekekekekkkk
Reply
kaosnya bolehd eh buat saya
Reply
hehe … kaos kaspersky-nya keren tuh om. biar pake yg versi ‘petani’ (ooopppsss!!!!), gw bangga bener make tuh kaos …
kapan KOBOI kopdar ….? tp males juga ya klo malem lagi sering ujan …? hehe
Reply
loh, kok ada mas ferri copy disini.. kalian (rio ma ferri) saling mengenal…beuh…. (>.<)
Reply
digitalmbul
reply on December 11th, 2009 9:17 am:
ssstttt….jangan bilang2
Reply