Apa susah nya berada di jalur?
Ketidak-disiplinan pengguna jalan tol, adalah penyumbang kemacetan di pagi atau sore hari (peak hours). Sering saya tidak habis pikir, apa yang sulit dalam mempertahankan posisi tetap di jalurnya.
Sebelum gerbang tol, sering kita dihadapkan dengan marka garis utuh yang melintang, seakan dengan jelas peraturan berkata “tetap pada jalur anda !”. Tapi masih saja ada yang selalu bertindak seperti hewan yang memang tidak mengerti bahasa manusia, atau mungkin mereka itu harus ikut pelatihan Police K9 untuk bisa tertib atau disiplin?
Hal ini bukan saja menimbulkan kemacetan, juga sering berujung kepada pertengkaran, bagaimana tidak? Kendaraan yang berusaha serobot jalur, sering bersinggungan dengan kendaraan lain yang berada di jalur tersebut.
Ternyata aparat pun, kalau dilihat dari kendaraannya, bukan dengan pangkat rendah, walau aku masih bingung bagaimana cara membeli kendaraan seperti ini dengan gaji setinggi-tingginya seorang aparat penegak hukum.
Opini ini bermula, dikagetkannya aku ketika ada mobil mewah dengan santainya memotong tepat di depan di depan ku,
Dalam hatiku, aku bertekad tidak akan merusak pagi ku seperti pagi kemarin hanya karena hewan manusia mirip hewan berlagak seenaknya di jalan. Ketika melihat ke plat nomor yang terpampang di belakang, wupsss….ternyata…
Disaat macetpun (kendaraan posisi berenti looh), aku berusaha mengetik SMS ke 1717 untuk melaporkan kejadian ini, dengan harapan mereka mengerti, bahwa berat sekali tanggung jawab memasang lambang itu di kendaraan.




salam damai bro…
mau kasih komen dikit ya bro…
kalau masalah tentang jalan raya di Jakarta ini, saya merasa seperti jalan di desa yang memang tidak ada marka jalannya, itupun warganya juga tidak seenaknya jalan, masih saling tegur sapa….lain lagi dengan jalan di di kota, sebagian besar penggunanya ga ada yang menganggap bahwa garis marka itu ‘ada’ dan berguna… sebagian orang malah tidak peduli kalau ada orang lain yang juga berkepentingan di jalan itu… sebagian contoh kecilnya… ketika hujan banyak yang berteduh di bawah flyover atau underpass… ketika ada di perlintasan kereta api, 2 arahnya sama-sama memenuhi jalur sehingga ketika kereta sudah lewat terjadi rebutan jalan…. dan masih banyak lagi… saya baru sekitar satu setengah tahun di Jakarta dan setiap hari juga menggunakan motor sebagai sarana transportasi… yang jadi pertanyaan, apa sudah separah itukah kondisi jalanan di Jakarta?… sehingga ketika orang memutuskan menggunakan jalan raya maka orang tersebut setidaknya sudah mengalami stress dan paling parah ketika mempertaruhkan nyawanya hanya untuk berpergian saja… ya semoga keadaan ini dapat segera berubah…
terimakasih untuk kesempatan berkomentar.
ndit
Reply
sehari-hari sebagian waktuku dihabiskan di jalanan…selama di jalanan, fenomena yang ada adalah ketidaktertiban dari seluruh pengguna jalan, baik itu pengendara mobil, pengendara motor, pejalan kaki, pengayuh sepeda, pedagang keliling termasuk aparat yang bertugas… dari pejalan kaki yang nyebrang seenaknya, gak pake jembatan atau di zebra cross, mulai motor yang naik trotoar, mobil yang tiba2 belok dan gak nyalain lampu sein, pengayuh sepeda yang jalan di jalur kanan, pedagang keliling yg dorong gerobak pas arus ramai, sampe aparat penegak hukum yang berhenti di depan garis stop pas lamer menyala… apa sich sulitnya TERTIB? apa sich susahnya TERATUR, apa sich kendalanya ber-DISIPLIN….?? semua udah ada aturannya, semua udah ada yang ketentuannya…coba renungkan sekali lagi, gak usah lama2…cukup sejenak aja… apa sulitnya untuk selalu TERTIB DI JALANAN????
http://subiakto.wordpress.com/2009/02/16/tertib-sulitkah/
Reply
justru kemacetan dan kesemrawutan lalulintas di Indonesia kalo mau melatih kesabaran dan toleransi yang sebenarnya.
Reply