Kemanakan Karcis Tol?
Seiring dengan waktu, aku mulai berpikir, karena selama ini istriku selalu saja menegurku bila membuang sampah keluar kendaraan, khususnya ketika sedang berkendara dengan Silvi.
Jujur saja, dulu, aku biangnya “nyampah” di jalan, motto ku waktu itu adalah, “Mobil Gue Harus Bersih”, akhirnya tiap pulang kuliah, tiap pulang main, selalu saja membuang sampah yang aku ciptakan sendiri keluar dari mobilku.
Ternyata, ini berhenti sesaat setelah aku berkenalan dengan istriku sekarang ini, setiap kali aku hendak membuang sampah keluar kendaraan selalu saja di tegur, “kenapa sih? jorok banget!”, kebiasaan “menyimpan” sampah di dalam kendaraan pun, berjalan sampai sekarang, sampah yang ada selalu dibuang ketika sampai di rumah, atau lokasi yang mempunyai tempat sampah.
Begitu juga dengan karcis TOL, sekarang aku seperti terlihat sebagai kolektor karcis.
Sudah “Green” kah aku? Paling tidak berusaha…





Hmmm…kebiasaan yang sama. Saya ikutan deh mas,kasihan juga sih ngeliat tukang sapu yang suka bediri disamping loket pembayaran di gerbang tol
OTOretros last blog post..Family Gathering Cressida Community Mei 2009
[Reply]