Hah?? Tiba-tiba…trriiinngg…..
Kunjungan saya ke lokasi situ gintung yang kedua, yang telah saya tulis di sini, dan di mirror ke sana. Ada beberapa hal yang belum sempat terucap.
Akhir dari tulisan saya sebelumnya adalah, tanda/rambu yang menunjukan arah lokasi pemindahan pengungsian.
Mungkin sebelumnya, saya mau ceritakan sedikit, bahwa saya naik angkot D 01 ke depan jalan Kertamukti, untuk selanjutnya, berjalan kaki sekitar tidak sampai 100 meter ke rumah orang tua saya. Gambar diatas saya ambil ketika saya hendak berjalan ke kediaman orang tua saya.
Akhir tulisan saya sebelumnya, menandakan saya terkaget-kaget melihat kondisi jalanan yang dalam tahap pengaspalan.
Sampai juga di rumah orang tua saya, dengan anak istri yang menyambut gembira kedatangan saya. Pembicaraan keluarga berlanjut, di ruang tamu, dimana sebelumnya saya sudah melepaskan atribut, berganti dengan pakaian santai.
Ternyata, dari pembicaraan, ibu saya mengatakan, bahwa RI 1 akan datang meninjau lokasi pengungsian terakhir. “Ah…pantas saja!”, kakak ipar saya yang kebetulan dulu pernah jadi tim sukses SBY, berusaha memberikan sms kepada rekannya, yang menyebutkan, bahwa di jalan kertamukti itu, juga banjir, kalau hujan sedikit besar, karena saluran di bawah UIN yang memang tersumbat, penyampaian itu bukan tidak berdasar, karena melihat betapa antusiasnya Pemkot memperbaiki fasilitas pada saat fasilitas lain terbengkalai.
Hujan besar pun turun, kakak saya kebetulan dia sedang di luar dengan motor, lalu menghubungi saya, untuk minta diantarkan jas hujannya. Bergegaslah saya masuk ke dalam mobil sambil membawa semua pesananannya, ke lokasi beliau.
Benar saja, pas saya keluar dari komplek rumah orang tua saya, saya di hadang oleh genangan air se-mata kaki, itu masih belum seberapa. Tapi mungkin karena saluran air komplek orang tua saya dibuat lebih baik, jadinya tidak terlalu berimbas kalau hanya setinggi itu banjirnya. Komplek turut terendam bila banjir di luar sudah mencapai lutut orang dewasa.
Keluar dari jalan H. Nipan, saya pun belok kanan, sambil berniat mau melihat, seberapa banyak yang dilakukan pengaspalan, tentunya dengan mengambil gambar beberapa.
Dugaan saya kembali menjadi kenyataan, ternyata pengaspalan hanya beberapa meter setelah lokasi pengungsian. Jadi? Niat apa yang sedang dilakukan oleh PemKot? Semoga pak presiden bisa terbuka matanya, dan melihat “di luar” dari sebuah kondisi.



zzzzzzZZZZZZzzzzz…..
Reply
Om Mei bukan-nye di baca malah numpang tidur, gimana sih ?! sana’an dikit geser, Ane juga ngantuk, Rio… numpang tidur juga yeh, ZZzzzzzzz…………..
BiJes last blog post..# Tryout Circuit Karawaci 8 February 2009 #
Reply
Woooiii.., jorook. tidur pake ngileeer
Reply
dasar wong gendengs (pake s biar keliatan jamak..)
Reply
jadi ingat kata JK,
biarkan pemerintah “bekerja”
denologiss last blog post..Ode untuk Arwina
Reply