Penegakkan Hukum Sekarang Juga!!!

Lagi-lagi keluhan tentang pengendara motor, keluhan tentang pengendara mobil, keluhan tentang kendaraan umum..dari penilaian keburukan dalam berkendara, keburukan dalam sopan santun.
Artikel-artikel diatas terus menerus hadir, bahkan dalam seminggu terakhir, saya menerima 3 artikel sekaligus tentang keburukan berkendara.

Ini sebetulnya indikasi jelas, bahwa sudah muaknya para pengguna jalan yang memang ingin tertib, dan memang ingin selamat. Tapi kenapa tidak pernah kesampaian?? Di jalan selalu saja tidak pernah berhasil.
Seperti

  1. Banyak rekan yang ingin tetap di belakang garis stop, atau tetap di belakang traffic light ketika lampu merah menyala, tapi ada saja oknum yang klakson berusaha untuk melanggar rambu tersebut.
  2. Banyak yang terserempet, atau terpaksa mengerem mendadak, ketika ada yang mendahului lewat trotoar
  3. Untuk di jalan tol, banyak yang harus mengantri, karena di serobot oleh pengguna bahu jalan.
  4. Sepeda motor/Mobil yang berjalan pelan di jalur paling kanan, sehingga dengan sukses menghalangi beberapa kendaraan di belakangnya. Sering saya temui, ternyata beberapa dari yang berjalan lambat di jalur paling kanan itu, sedang menggunakan telepon, atau sedang tulis sms..huh!
  5. Menggunakan Busway sebagai jalan pintas, tidak mengindahkan karpet merah di busway, tetapi ketika kendaraannya harus bersenggolan dengan Bus, serasa yang paling benar, berkoar sana sini, menyalahkan bus transjakarta.
  6. Untuk pejalan kaki, menyebrang tepat di bawah jembatan penyebrangan, atau mungkin hanya berbeda 10 m dari jembatan penyebrangan.
  7. Sepeda motor yang berjalan berlawanan arah.
  8. Mobil/motor sipil yang menggunakan aksesoris berlebihan, yang berlawanan dengan peraturan pemerintah.
  9. Parkir sembarangan, sehingga mengganggu arus lalu lintas.
  10. Dan masih banyak lagi…

Pemerintah pun terus berusaha, seperti,

  1. Mengadakan jalur khusus bus
  2. Mengadakan operasi-operasi patuh
  3. Mengadakan pertemuan sana sini
  4. Membuat/merevisi peraturan
  5. Dan masih banyak lagi..

Tapi itu semua hanya sebagai kedok, sehingga terlihat “seperti” bekerja. Sebetulnya apakah yang diperlukan?

KONSITENSI!!

Ya, konsistensi pemerintah yang semakin hari, semakin hilang, tidak lagi memperdulikan peraturan yang sudah dibuat, dan menghamburkan banyak uang negara, dan itu juga uang saya (kebetulan baru bayar SPT). Mana realisasi nya??
Banyak kenyataan miris yang kita temukan dijalan,

  1. Seorang bapak, berkendara dengan anak dan istrinya, tapi hanya bapaknya yang menggunakan helm
  2. Seorang anak kecil, yang dengan leluasa berkendara dengan sepeda motor di dalam komplek (orang tua nya tidak tahu diri!)
  3. Seorang ibu/bapak, dengan bangga bercerita, bahwa anaknya sudah dibelikan mobil/motor, padahal usianya belum menginjak tahap pemegang izin mengemudi.
  4. Kematian anak-anak di jalan karena kecerobohan orang tua nya, yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Operasi Patuh oleh Ditlantas? Mana gaungnya? Dan ternyata hanya berlaku di jam-jam tertentu, dan di lokasi-lokasi tertentu. Jangan sesumbar lah, paling tidak jujur kepada masyarakat, misalnya dengan mengumumkan, “operasi patuh ini dilaksanakan pada jam-jam tertentu, dan titik-titik lokasi tertentu”

Operasi DisHub, operasi kendaraan umum yang berhenti sembarangan, sampai sekarang, masih banyak bus yang “ngetem” sembarangan di cawang, yang sebelumnya sesumbar akan mengatur wilayah tersebut. Gembok parkir liar, sampai detik ini, mobil/motor masih banyak yang parkir di bawah rambu larangan parkir atau larangan berhenti.

Penertiban pedagang kaki lima, oleh SatPol PP, ini menarik juga, pemda setempat tidak pernah bertindak spontan, jadi hanya menunggu para pedagang liar tersebut berdiam lama, baru di tertibkan…ya tentu saja mendapat perlawanan.

Kontrol hukum!
Ini adalah inti dari artikel ini, kontrol hukum yang lemah membuat segala pembiaran pelanggaran terjadi disana dan sini. Sampai terjadi pembicaraan dengan istri saya di perjalanan, apakah perlu para penegak hukum ini mendapat didikan militer ala tentara? Sehingga menghasilkan prajurit, A dibilang komando, A yang akan di lakukan prajurit, bukan lagi A yang di komando, D yang di jalankan aparat.

Kenapa tidak di evaluasi seluruh kegiatan dari para aparat itu? Bukan hasil saja, tapi juga evaluasi, siapa saja yang mengikuti perintah, dan siapa saja yang tidak mengikuti? Sudah lelah kuping ini mendengar, aparat hukum yang selalu bersifat menghimbau, aparat hukum yang selalu saja mengeluh. Penegak hukum nya saja mengeluh, bagaimana para pengguna jalan???

Beberapa waktu lalu, saya melihat Polantas, mengatur lalu lintas di perempatan guntur, setelah pasar rumput, manggarai. Beliau bahkan dengan tegas menyuruh rekan sesama polisi yang berhenti di depan garis stop untuk berputar, dan semua pelanggar yang ada. Andaikan saya berdua pada saat itu, ingin rasanya hati ini, bergambar dengan beliau, dan saya sebarkan di dunia maya, “saya bangga foto dengan bapak ini”. Tapi sayangnya, sifat seperti ini tenggelam di tengah kemalasan aparat yang lain.

Tegakkan Hukum Sekarang Juga !!!!
Jangan tunggu konflik horisontal terus terjadi, berapa nyawa lagi yang diperlukan untuk membuka hati kalian!!??


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


7 Responses to “Penegakkan Hukum Sekarang Juga!!!”

  1. BAGAIMANA PAK KAPOLRI YANG BARU???
    ada tanggapan?

    ato sekedar duduk manis terima gaji saja?

    Benny The Greats last blog post..Review Film KNOW1NG

    Reply

    digitalmbulNo Gravatar reply on April 21st, 2009 9:00 am:

    dikasih link nya ke anaknya dong, ben….

    Reply

  2. konsistensi disiplin masyarakat dan penegakan hukum aparat..apa kabar?

    Benny The Greats last blog post..Review Film KNOW1NG

    Reply

  3. mbah Rio..yang benar itu “penegakan” bukan “penegakkan”

    Benny The Greats last blog post..Review Film KNOW1NG

    Reply

    digitalmbulNo Gravatar reply on April 21st, 2009 8:59 am:

    biar lebih “TEGAK” :D

    Reply

  4. Gw disuruh kesini ngapain? wong gak nyambung..

    Yang gw tekankan adalah “NGENES LIAT KELAKUAN ANAK MOTOR SEKARANG..”

    kalo ngomongin pengendara motor secara general mah cape deh… Gak usah jauh2 secara macro, micro nya aja masih amburadul! Itu maksud dari tulisan gw.

    Thx..

    Reply

    digitalmbulNo Gravatar reply on April 21st, 2009 8:55 am:

    ada lah….
    lu ampe bego..ngasih tau tuh anak klub..kalo gak ada penegakan hukum..gak bakalan kelar..

    pernah kan di balikin ?
    “Polisi aja gak nilang, elu koq sewot?”
    :D

    Reply

Leave a Reply

CommentLuv badge