Perjuanganku…
Di mulai saat aku membeli sepeda motor, dan mulainya seluruh aktivitas keseharian dengan menggunakan sepeda motor. Saat itu, akupun berusaha mencari informasi mengenai sepeda motor, dengan bergabung banyak mailing list, tapi ternyata, perhatian ku sedikit tersita kepada satu kalimat yang bertajuk “Safety Riding”. Akupun tak pelak mencari tau, dan mencoba mendalami safety riding tersebut, ternyata, yang kudapatkan adalah cara berkendara yang aman dan nyaman.
Sampai pada satu saat, aku serta istriku mengalami kecelakaan yang lumayan membuat kami shock. Kecelakaan tersebut terjadi berulang sampai 3 kali. Sampai-sampai aku membuat testimonial sendiri, dan ternyata di kutip di salah satu web saudaraku.
Dulu aku memang pengendara roda empat aktif, dan pada saat itu juga, aku menyatakan bahwa diriku adalah anti sepeda motor, semua ego berkendara aku kerahkan, dari yang menutup jalur, sampai membuat manuver yang merugikan sepeda motor.
Perjalananku terus berlanjut, sambil aku memperhatikan, apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan sosial berkendara kita ini, seminar demi seminar aku ikuti, pembicaraan demi pembicaraan aku tela’ah, sampai pada akhirnya aku mulai membuat asumsi-asumsi sendiri, dan kucoba sampaikan kepada rekan-rekan ku. Memang benar ternyata.
Kesemerawutan lalu lintas merupakan rantai yang berkepanjangan, dan aku mulai menempatkan diriku dalam satu posisi yang aku anggap itu adalah sebuah solusi, yaitu, sosialisasi peraturan dan attitude berkendara.
Ah..selama aku menulis ini, aku tidak yakin akan selesai hari ini, berdasarkan dari jauhnya perjalananku di dunia otomotif yang dikhususkan kepada attitude dan rules, tapi gak apa-apa lah, aku akan coba, sebetulnya aku ingin sekali menuju kepada inti permasalahan ku pada saat merintis ini semua.
Selama perjalananku, aku selalu menjadi orang yang sangat kritis, bila satu hal tidak sesuai dengan idealisme yang ku junjung tinggi ini. Aku selalu saja mencoba mempublikasikan seluruh pandangan-pandanganku kepada masyarakat luas, karena tujuan ku hanya satu, menghilangkan kemuakan ku di jalan raya, melihat tingkah laku para pengguna jalan yang semakin tidak menentu.
Aku pernah melontarkan kemuakan ku terhadap konvoi klub otomotif, yang terlalu arogan, dengan cara blokir jalan, menggunakan sirine/strobo, dan lain sebagainya, tapi ternyata hal tersebut mendapatkan perlawanan dari mereka yang ku sindir, dan pro-kontra pun mulai berdatangan kepada ku, lewat e-mail, Instant Messaging, HP, dan lain sebagainya. Ada yang memberikan masukan, bahwa aku telah salah cara penyampaiannya, aku sebagai kritisi harus rela di kritik selama itu membangun, aku pun mulai merubah strategi ku, walaupun gaya ekstrim itu tetap saja menempel di otak ku ini.
Sekarang, aku dan teman-teman di Road Safety Association mempunyai satu visi, dan satu misi, hanya saja, sebuah ironi kembali harus aku alami. RSA adalah sebuah perkumpulan teman-teman yang sadar keselamatan, dan sangat sadar terhadap peraturan juga attitude dalam berkendara, didominasi oleh para pengguna sepeda motor. Aku tidak menyerah, aku ingin seluruh pengguna jalan, juga harus melihat ini adalah sebagai solusi dalam semakin hancurnya kehidupan lalu lintas kita. Di saat aku mulai menemukan celah untuk mencoba berbagi dengan teman-teman pengguna mobil, aku pun mulai bertepuk sebelah tangan, ternyata mereka tidak banyak yang perduli dengan hal ini. Kenapa? Aku pun sedang mencoba menyelidikinya, bila ada rekan yang satu suara dengan ku, itupun hanya bisa bicara ketika dengan diriku saja, untuk bersama berjalan, masih belum bisa, dengan banyak alasan, yang paling terlihat adalah alasan dalam bersosialisasi dengan sesama pengguna roda empat.
Kini aku terus berjalan dengan segenap kekuatanku, aku tak akan menyerah dengan segala halangan, aku hanya bermimpi, lalu lintas bukan lagi sebuah momok menakutkan untuk anak cucuku nanti, dan aku tidak ingin, semua hal yang ku alami selama ini, harus juga di jalani oleh anak cucu ku nanti, cukup mereka menikmati saja.
Bertahanlah Rio..bertahanlah….