Sirkuit Karawaci – 8 Februari 2009
Pada tanggal 8 Februari 2009 kemarin, saya dan rekan-rekan Daihatsu Taruna Club, mendapatkan undangan untuk pembukaan Sirkuit Karawaci yang fenomenal itu.
Terus terang, saya belum terlalu mengerti tentang sirkuit tersebut, saya hanya membantu mongkoordinir rekan-rekan anggota Daihatsu Taruna CLub.
Diawali dengan banyaknya ketidakpastian tentang jadwal, sampai ketidak pastian mengenai undangan masuk, saya pribadi tidak terlalu memusingkan acara lain, saya hanya memperhatikan jadwal dimana DTC berperan serta.
Diawal kesepakatan memang akan ada kumpulan klub otomotif yang akan melakukan defile di sirkuit baru tersebut, dari perencaraan jam 10.00 sampai akhirnya mendapat kepastian bahwa defile klub otomotif dimulai pada pukul 15.30.
Kami dari Daihatsu Taruna Club berkumpul di Rest Area KM. 13, Tol Tanggerang, entah bagaimana saya merasa tol tersebut pindah ke cikampek (hehehe..nyasar dikiiiitttt…). Setelah bertemu dengan rekan-rekan klub, dan melakukan pembagian kaos yang baru saja kami buat kembali, mengingat antusias nya rekan-rekan dalam pembelian kaos ini, kami melakukan persiapan. Diawal memang diberitahukan untuk meletakan stiker ACHILES di kaca depan dan belakang mobil, karena beberapa dari kami berpikir tidak mau rugi, maka sebagian dari kami sepakat untuk meletakan cutting sticker tersebut dengan sempurna, atau dengan cara menempel berikut lapisan kertas kuningnya.
Sebelum berangkat rombongan diberikan sedikit briefing, tentang Manajemen Group Drive DTC, mengingat kami tidak ingin mengganggu lalu lintas jalan dengan kehadiran iring-iringan kendaraan kami, dan yang lebih utama adalah menghindari tabrakan beruntun yang beberapa kali hampir kami alami selama ini.
Pertama kami memutuskan untuk tidak menggabung konvoi kendaraan kami dengan klub lain, lalu tetap berpengangan dengan Manajemen Group Drive yang telah disusun sebelumnya.
Ditengah perjalanan, iring-iringan kami hampir tidak tampak, karena kami tidak ada yang memaksa tetap di dalam barisan, banyak mobil yang mengambil barisan kami. Hal ini berlanjut sampai ke tempat parkir di Karawaci. Ditengah perjalanan, beberapa stiker kami terpaksa kami lepas, karena double tape yang kami gunakan tidak kuat menahan terpaan angin.
Para undangan dari klub harus parkir di lapangan golf, dimana dari parkiran tersebut kami harus berjalan sekitar 1,5 KM lagi untuk mencapai tribun.
Perjalanan dari tempat parkir kedalam pertama tidak ada kendala, tetapi sesampainya di jembatan penyebrangan, sangat sungguh mengerikan, jelas saja Om Sur dan istri saya sendiri mensyukuri sirkuit
tersebut tidak jadi digunakan untuk A1 beberapa waktu lalu.
Setelah mencapai tribun, mulai saya, istri dan anak saya berusaha menghela nafas panjang, mengikuti lelah kami dalam perjalanan ke tribun tersebut. Acarapun mulai meriah, mengingat kami memang datang di tengah acara. Hanya saja, sewaktu beberapa rekan mau buang air kecil, kembali lagi terkendala, karena harus berjalan sangat jauh ke tempat toilet terdekat, sampai akhirnya mereka mengurungkan niat mereka untuk buang air kecil.
Saatnya makan siang, kembali lagi pihak ACHILES yang mau provide makan siang, mengharuskan dengan sistem reamburse, jadi kita harus membeli makanan sendiri, dengan Rp. 12.000 per mobil (1 mobil 2-4 jiwa), mereka sudah bisa memasang iklan di setiap mobil, yang pasti ini adalah iklan termurah sepanjang kehidupan otomotif saya.
Dan teman-teman klub, harus berjalan kembali ke foodcourt, yang juga berjarak sangat jauh. Akhirnya kembali ke tribun untuk menikmati makanan.
Waktupun berjalan, saatnya para anggota klub dikumpulkan di depan panggung, perjalanannya adalah sama dengan perjalanan ke food court hanya saja lebih jauh sedikit, dari situ, semua klub diarahkan kemabli ke mobilnya, untuk melakukan defile di sirkuit.
Keajaiban sirkuit ini pun terlihat, ada sekitar 500 lebih mobil, dengan penumpang 2-4 orang per mobil, menaiki jembatan alakadarnya itu, jembatan pun sempat bergoyang, yang saya takutkan adalah hanya anak dan istri saya, apa yang terjadi kalau jembatan itu sampai rubuh?? Alhamdulillah, kami selamat sampai kembali menapak di bumi.
Kembali ke mobil dan mulai menyiapkan barisan, dan kami telah mendapati kaca depan mobil kami di tempel stiker sang produsen dengan budget iklan termurah tentu saja dengan asal-asalan, untuk konvoi di sirkuit, dari ekspetasi berjalan konvoi dengan teratur, malah terjadi sebaliknya, kendaraan ugal-ugalan, dan mobil kami beberapa kali sempat mau di seruduk mobil-mobil MPV, juga tidak lupa, banyak yang photo-photo di pinggiran track, hampir saja kami mengikuti jejak mereka, untung pihak Marshall memutuskan untuk “mengusir” seluruh pengguna track tersebut.
Dan saat nya pulang, penderitaan tidak hanya sampai di sirkuit tadi, pada saat pulang, kami harus rela macet selama ber-jam-jam, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat di tempat makan terdekat, dan melanjutkan perjalanan setelah itu. Dari keluar lintasan pada sekitar pukul 17.00 saya dan keluarga tiba dirumah pukul 22.30. Hebat bukan? Bersyukurlah, A1 tidak dilaksanakan disana, kalau saja sampai dilaksanakan, tidak terbayang cacian dari para pengunjung bahkan peserta race.
DTC hanya mengambil satu hikmah, ini adalah bagian dari program JJB kami, lelah..letih..semuanya hilang, baru terasa ketika keesokan harinya, saya dan beberapa teman harus tidak masuk kerja, karena terlalu lelah. Dan kami yakin, teman-teman di FK3O sama sekali tidak ada kaitannya dengan beberapa kekacauan ini, ini murni dari kesiapan secara keseluruhan acara peresmian sirkuit karawaci.
mana fotonya.. ayo ayo… pengen liat..
Reply
digitalmbul
reply on February 10th, 2009 10:00 am:
Ada di pesbuk…buka dong ah….
Reply
Ampun tuan… bukan gara-gara sy. Mhn maap kalo sy bikin salah tuan.. Salam dari klub Nutri Sari.
Reply
digitalmbul
reply on February 10th, 2009 10:01 am:
bwakakakakkk……sama klub cimori juga gak????
Reply
eh nutri sari n cimori apaan sih???
Reply
digitalmbul
reply on February 11th, 2009 1:25 am:
klub baru pham..masa gak tau sih??
Reply
untung A1 gak gelar disitu ya… emang belom saatnya kali..
Reply