Jalan belakang BII Thamrin (Jalan Riau dan sekitarnya)…

Pagi ini saya mau sedikit berbicara…dan saya menulis ini dari hasil pengalaman saya sendiri, yang memang setiap hari mengantar istri saya di BII Thamrin, terkadang saya menggunakan sepeda motor, terkadang juga dengan kendaraan roda empat.

Hai..para pengguna jalan..khususnya pengguna jalan Riau dan sekitarnya, di belakang BII Thamrin Jakarta.
Lucu..sungguh lucu…di saat cacian, cercaan, makian, umpatan, atau apapun itu, di lontarkan kepada para pengendara sepeda motor, dari mereka pengguna mobil, karena mereka sering menyalip mobil, karena mereka sering melanggar lampu merah, karena mereka sering menggunakan trotoar, atau lebih singkatnya, mereka yang tidak pernah tertib di jalan. Kini seperti karma, pengendara mobil pun ikutan bejat, dengan membuat peraturan sendiri, dan tidak melihat kasta atau strata sosial. Kenapa saya bilang tidak melihat kasta? Sering tertangkap oleh mata saya, pengguna kendaraan roda empat itu adalah eksekutif muda, atau para owner yang mapan, kalaupun mereka itu driver, pastinya mereka driver ter-eksekutif yang pernah saya lihat. Tenang, bukan hanya itu, mereka yang menggunakan real driver pun, yang duduk di bangku belakang, sama bejadnya, koq ya sudah tau melanggar, si driver tidak di tegur? Atau si driver bertindak atas perintah si Tuan?

Kemacetan di jakarta memang sudah di luar toleransi, tapi dengan sifat mau menang sendiri, dengan melanggar peraturan/rambu yang ada, bahkan makin membuat para kemacetan itu sendiri. Apakah terpikir oleh mereka? Atau mereka terlalu retards sehingga tidak mampu untuk berpikir jernih? Lalu kenapa mereka sanggup membeli/kredit kendaraan roda empat?
Hal ini sebenarnya hanya seujung kuku dari kesemerawutan jalan raya, krisis disiplin yang melanda hampir seluruh pengguna jalan ini terlalu parah.
Oiya..tidak lupa, “anak klub/komunitas” roda dua, atau kendaraan roda dua yang berdandan ala motor Touring…maaf kalo gak pernah saya balas salam nya…terus terang..saya MALU!

Kembali lagi, apakah yang kalian pikirkan? Apakah anda sudah terlalu bodoh? Atau hati anda sudah terlalu tertutup dengan kehidupan sosial di jalan raya akhir-akhir ini?

Photobucket

Photobucket

Photobucket
Tulisan ini kasar? tanyakan kembali kepada diri anda..apakah anda sudah sopan terhadap pengguna jalan lain???


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


4 Responses to “Jalan belakang BII Thamrin (Jalan Riau dan sekitarnya)…”

  1. Maksudnye paan sih Yo?
    GW kagak ngerti neh…soale jg setau gw gw gapernah lewat tu jalan.
    Mang da paan sih?

    Reply

  2. wah wah wah… pasti kesel banget deh… kenapa sih oom?

    Reply

  3. [...] Yang ada dalam benak saya adalah, setelah saya tulis di artikel sebelumnya, mungkin mereka tidak melihat rambu yang melarang kendaraan masuk ke jalur tersebut. Tapi ternyata [...]

  4. Willkommen und Hallo in unseren Flirt-Chat.

    Der Flirt-Chat bietet dir eine Möglichkeit erotik fetisch und jedemenge andere Sachen,wie Flirt und Sextalk
    Hier in unsrem Flirt-Chat erwarten dich erotik fetisch Heiße Live Chats
    Suchst du eventuel Blind Date , dann bist du hier genau richtig.Ok,los gehts,stellt sich die Frage,worauf wartest du?
    Sexgeschichten alles ficken ,einfach anmelden .
    Suchst du jemand in Luzern, vieleicht aus Kassel, oder DEUTSCLAND , oder von Zürich, vieleicht von Basel-Landschaft? Sicher kein Problem.!

    Reply

Leave a Reply

CommentLuv badge