Archive for February, 2009

Perjuanganku…

Perjalananku terus berlanjut, sambil aku memperhatikan, apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan sosial berkendara kita ini, seminar demi seminar aku ikuti, pembicaraan demi pembicaraan aku tela’ah, sampai pada akhirnya aku mulai membuat asumsi-asumsi sendiri, dan kucoba sampaikan kepada rekan-rekan ku. Memang benar ternyata.

Dibawah Rok Silvi

Sekedar bagi-bagi gambar juragannn…
ini ada sedikit oleh-oleh waktu di Kalimalang, ane berkesempatan liat cibawah rok nya Silvi..iiihhh….lucu deee…

Bahu Jalan..oh Bahu Jalan…

Koleksi para pengguna bahu jalan nih…

Apa Bedanya?

Seiring dengan adanya keluhan tentang dua pengguna kendaraan bermotor…sedikit mau kasih iklan gambar.. Tentang pelanggaran bahu jalan yang sering terjadi di jalan tol, Jelas-jelas ada marka jalan yang melarang, tapi koq diteruskan? Dan menyusahkan orang lain…membuat bottle neck… Tenang..Bus sama mobil mewah sama kelakuannya… Terus apa bedanya dengan cacian kepada oknum pengendara sepeda motor yang [...]

STOP FAKE REALITY SHOW !

Kemuakan saya semakin menjadi setiap kali melihat tayangan-tayangan yang bertajuk reality show, memang tidak semua, tapi sebagian besar yang memancing emosi, sudah keterlaluan.

STOP AROGANSI!

Semoga memang ada perkembangannya, dan saya sangat menunggu hal ini, karena secara pribadi saya sudah muak dengan arogansi yang sering dilakukan oleh para pengawal-pengawal yang sering memaksakan kehendak, walaupun keadaan lalin sedang padat.

Sirkuit Karawaci – 8 Februari 2009

ara undangan dari klub harus parkir di lapangan golf, dimana dari parkiran tersebut kami harus berjalan sekitar 1,5 KM lagi untuk mencapai tribun.
Perjalanan dari tempat parkir kedalam pertama tidak ada kendala, tetapi sesampainya di jembatan penyebrangan, sangat sungguh mengerikan, jelas saja Om Sur dan istri saya sendiri mensyukuri sirkuit
tersebut tidak jadi digunakan untuk A1 beberapa waktu lalu.

Jalan belakang BII Thamrin (Jalan Riau dan sekitarnya)…

Hai..para pengguna jalan..khususnya pengguna jalan Riau dan sekitarnya, di belakang BII Thamrin Jakarta.
Lucu..sungguh lucu…di saat cacian, cercaan, makian, umpatan, atau apapun itu, di lontarkan kepada para pengendara sepeda motor, dari mereka pengguna mobil, karena mereka sering menyalip mobil, karena mereka sering melanggar lampu merah, karena mereka sering menggunakan trotoar, atau lebih singkatnya, mereka yang tidak pernah tertib di jalan. Kini seperti karma, pengendara mobil pun ikutan bejat, dengan membuat peraturan sendiri, dan tidak melihat kasta atau strata sosial. Kenapa saya bilang tidak melihat kasta? Sering tertangkap oleh mata saya, pengguna kendaraan roda empat itu adalah eksekutif muda, atau para owner yang mapan, kalaupun mereka itu driver, pastinya mereka driver ter-eksekutif yang pernah saya lihat. Tenang, bukan hanya itu, mereka yang menggunakan real driver pun, yang duduk di bangku belakang, sama bejadnya, koq ya sudah tau melanggar, si driver tidak di tegur? Atau si driver bertindak atas perintah si Tuan?