Group Ride
Pada tanggal 28 Desember 2008, RSA kembali menjadi pembawa materi di dalam acara ulang tahun HSJ yang ke-5. Di kesempatan ini, RSA yang di wakili oleh Rio dan Syamsul dengan posisi sebagai Dewan Pengarah RSA.
Materi yang dibawakan adalah mengenai Group Ride, kebetulan materi ini yang juga dibawakan pada ulang tahun S2W di Suzuki IJA beberapa waktu lalu, didalam materi ini dibahas bagaimana pentingnya Manajemen Group Riding, dan penghapusan kebiasaan lama dalam melaksanakan Group Ride.
Disampaikan, bahwasannya ada beberapa kendala pada saat melaksanakan Group Ride, salah satunya, buruknya citra group riding di mata masyarakat akhir-akhir ini, seperti contohnya, beberapa kali, group ride “ditimpuki” masyaraka sekitar, hal ini diakibatkan oleh hadirnya sifat arogansi kelompok, pemberlakuan blokir jalan dengan alasan “mengamankan rangkaian”, penggunaan sirine strobo oleh pihak yang tidak berhak, penggunaan light stick, penggunaan foot/hand signal yang tidak disosialisasikan kepada kelompok dengan baik, juga kecelakaan, ini semua diakibatkan oleh buruknya manajemen group ride, bagaimana first check kepada peserta group ride, seperti teknis (TCLOCS), formasi group, tidak diperhatikannya kondisi mental, dan fisik pada saat melakukan perjalanan. Posisi peserta yang juga tidak diperhatikan menjadi salah satu penyebab kecelakaan, seperti peserta handicap yang di posisikan dibarisan terakhir menjadikan potensi untuk memaksakan skill over the limit.
Hal ini sebetulnya bisa di reduce dengan rencana matang, misalnya di buat panitia kecil untuk pelaksanaan group ride ini. Penentuan ketua kelompok, sweeper, voorijder, Health officer, pengelompokan peserta (bila berada pada konvoi besar) dlsb.
Kendala faktor ketiga di jalan, hanya diselesaikan oleh salah satu petugas yang telah ditunjuk.
Manajemen waktu, dimana sangat diperlukan, agar lebih menjaga stamina dan mental seluruh peserta group ride.
Posisi handicap lebih baik di letakan pada barisan awal, ini lebih dapat mengontrol barisan secara lebih optimal.
Pengecekan kendaraan secara teliti, bagaimana Rem, Akselerasi, kondisi ban, shock, oil, bahan bakar.
Maka, arogansi group ride, seperti blokir jalan, penggunaan aksesoris yang bukan pada tempat dan hak nya, bisa dieliminir dengan manajemen group ride.
Yang sangat ditekankan adalah, ketika melakukan Group Ride, logo organisasi, entah itu klub, komunitas, ormas, atau lain sebagainya, menjadi penilaian citra di masyarakat, semakin baik manajemen group ride, maka semakin baik pula citra logo atau tulisan yang tertempel di motor atau jaket peserta.
RSA mengajak rekan-rekan bikers pada acara itu, untuk turut menjadikan citra pengendara motor lebih baik, dan menghilangkan arogansi berkendara secara berkelompok.
Acara ini berlangsung agak sedikit pasif, kemungkinan pendengar/pserta dalam acara diskusi ini masih terbilang baru dalam hal klub atau komunitas. Tapi salut buat HSJ yang bisa membuat GOR Ragunan menjadi ramai.



