Inilah salah satu inkonsistensi itu…
Masih terngiang di kuping ini, ketakutan para pelanggar rambu dilarang parkir, bahwasannya mereka akan terkena sanksi gembok di roda nya.
Siapapun akan merasa taku dengan perihal ini, bahkan semua sekarang mulai melihat rambu-rambu, bagus sekali shock therapy itu.
Dan sering nya terucap, kata inkonsistensi terhadap penegakkan hukum tidak lagi menggugah hati para penegak hukum itu sendiri, malah mereka semua berlomba-lomba, membuktikan bahwa itu semua adalah BENAR.
Gambar ini saya ambil pada tanggal 18 Oktober 2008, hari Sabtu siang, dan ini sudah menjadi pemandang sehari-hari setiap saya melewati jalan Casablanca ini.
Kenapa? Kenapa cerita penegakan hukum lalu lintas di negara ini, Jakarta pada khususnya selalu berakhir kepada opini pesimis? Apa yang salah, dan kenapa sangat tidak bisa di perbaiki??? Kenapa??
Salahkan kami jika terus meneriakkan, “inkonsistensi penegak hukum, menjadi salah satu biang keladi dari kesemerawutan lalu lintas?” Tolong, jangan selalu melihat rakyat, bercerminlah…dan perbaiki..bukan membiarkan…









Heheheheheh… yah namanya juga manusia mas… masih bisa salah..
kalo bener terus malaikat dong…
gak bisa dipungkiri emang kalo sekarang banyak yang tidak patuh peraturan.Karena dari atasanya juga udah gak patuh peraturan..jadi yang bawah ya “nyontoh”…
(No Offense)
[Reply]
hahahaha….. itulah akibat bikin aturan gak liat sikon,
ada keluhan dari anggota DPR langsung bikin peraturannya,
ada anak pejabat kesenggol motor… langsung keluar aturan motor gak boleh lewat jalan tertentu..
BIKIN ATURAN ASAL JEPLAK !
ntar lagi nih, ada aturan pembatasan motor/mobil, gencar razia dimana2,
abis gitu melempem soalnya baru sadar… investor mobil dan motor pada kabur….
itulah bangsa kita, terlalu gampang panik, gak mau berpikir lebih panjang.
huh….
[Reply]