digitaLmbuL’s FiLes

digitaLmbuL is Rio

Project ExtraMic di Helm

By digitalmbul • Sep 2nd, 2008 • Category: Headline, Safety Riding

Speak! I am the owner..what else??


Ah..akhirnya selesai juga perjalanan panjang yang melelahkan buat kantong itu…setelah melalui beberapa riset dan pengembangan, bersama rekan saya si tukang solder handal itu…jadilah sebuah karya.
Produksi ini sama sekali berangkat dari pengetahuan yang zero, hanya saja berbekal melihat fisik sebuah extra mic dengan military spek. Dengan nekat, saya dan rekan saya, membeli bahan-bahan yang diperlukan. Beberapa kendala, termasuk kendala preamic yang tidak berfungsi sebagai pengeras signal mic, tapi akhirnya semuanya telah dilalui. Hasilnya pun dapat mengecoh rekan saya di frekwensi, saya dipikir berada di dalam mobil, padahal saya berada di motor dengan noise yang tinggi.

Dengan tetap memikirkan tingkat keselamatan dalam berkendara, menjadi sebuah konsep membuat perangkat extra mic buat HT ini. Kebetulan saya menggunakan iCom V-68 (perangkat standar untuk bisa masuk ke RPU lokal saya, JZ09ZTF).

Berikut adalah gambar-gambar dari hasil pekerjaan yang melelahkan itu, kalau dipikir-pikir, lebih baik beli extra mic jadi, harga nya bisa jauh lebih murah..hehehe….

Helm INK Topgun dengan extra mic, condensed mic sengaja saya tidak bungkus untuk meningkatkan sensitivitas suara.

EM ver. 1.0

EM ver. 1.0

EM ver. 1.0

EM ver. 1.0

Speaker di dalam helm menggunakan speaker kecil, dengan suara yang dashyat,

Speaker 1

Speaker 1

Speaker 2

Speaker 2

Speaker 3

Speaker 3

Kabel Mic/Speaker yang saya selipkan di sela2 busa helm.

Selipan

Selipan

Menghindari kesulitan dengan menggunakan ExtraMic yang konvensional, saya membuat pemutusan di antara koneksi perangkat dengan speaker/mic, interface yang umum dan mudah di lepas/pasang saya pilih USB connector.

USB Conn

USB Conn

Yang paling menentukan faktor safety pada berkendara adalah di rangkaian yang ada di motor,

Rangkaian di Motor

Rangkaian di Motor

Switch PTT saya rubah dengan switch on/off, memudahkan ketika kita harus ber 10-25 dengan rekan-rekan di frekwensi, maka sewaktu transmit kita tidak lagi harus menekan secara kontinyu tombol PTT, cukup dengan menekan 1 kali switch ke on atau ke off. Posisi/letak switch ini harus dibuat senyaman dan seaman mungkin, agar tidak mengganggu cara berkendara.

Switch PTT

Switch PTT

Switch PTT 2

Switch PTT 2

Sekarang, tinggal kita beradaptasi dengan instrumen tambahan di tangan kiri ini, seperti yang kita tau, kebanyakan intrumen yang digunakan relatif frekwentif adalah di sebelah kiri.

Setelah ini terealisasi, tidak menutup kemungkinan, rekan-rekan bikers yang berminat untuk membuat extra mic di helm ini, bisa dibantu oleh rekan saya, dengan biaya relatif murah (dibandingin pengembanganya), cukup merogoh kocek sejumlah Rp. 100.000,00 (Jakarta Only..hehehehe) teman saya akan membuatkannya spesial untuk anda dan helm nya. Dengan catatan, busa helm dapat di bongkar pasang seperti helm saya, untuk menjaga kerapihan pada saat implementasi ke helm.

Mungkin ini tidak sebanding dengan pengetahuan rekan-rekan insan Radio Komunikasi, tapi saya cukup bangga, karena semua kami pelajari sendiri…….

Kalo yang bawah ini, saya tidak pasang extra mic, soalnya masih dalam tahap pengembangan pada saat itu..hehe…

Tagged as: , ,

digitalmbul is I am the owner..what else??
Email this author | All posts by digitalmbul

12 Responses »

  1. Juragang… saya pesan 1 dong. Harganya brapaan yakk??

    [Reply]

    digitalmbulNo Gravatar reply on September 2nd, 2008 3:32 am:

    100rb juragan…itu buat temen gue….:D

    [Reply]

  2. om rio, bukannya sudah ada yang jual paketan? saya lupa mereknya. harga sekitar 100-an ribu juga. kita bisa DIY, asal ya itu harus bongkar busa helm. eh tapi menarik juga kreasi om rio. japri dong soal bahan dan spek eh step langkah2nya.

    [Reply]

    digitalmbulNo Gravatar reply on September 2nd, 2008 7:13 am:

    alurnya yang megang temen ane om….kalo paketan, gak sreg..kalo ini kan bisa rubah2..hehehehehe…

    [Reply]

  3. yah makin lama deh persiapannya…

    [Reply]

    digitalmbulNo Gravatar reply on September 2nd, 2008 7:13 am:

    tenang ed..makin sebentar….itu tinggal tancep langsung jalan

    [Reply]

  4. wah topbh markothobh dagh um Rio. Kemarin bagus tuh diterima di kr4. ane kira pake rig.
    Noise angin sangat kecil um.
    Kalau boleh tanya, berapa lama tuh dibutuhkan utk pakai riding gear macam gitu. kalau pengen ee’ tengah jalan, buth brp menit dismantle?
    Wakidhin

    [Reply]

    digitalmbulNo Gravatar reply on September 3rd, 2008 3:43 am:

    kalo sudah terbiasa, cukup 5 menit aja om…hehehehhe….
    yang komplen udah 54.099.898 orang….gara2 nunggui ane persiapan tiap mau naek motor…
    tapi kalo cuman 1km doang sih gak pake protektor..yang laennya tetep…hehehehe

    [Reply]

  5. Bravooo…… plok-plok-plok…….. Salute, Ane aje yang di Tol Cikunir masih bisa QSO dengan jelas sama ente yang lagi di Rasuna Said (Kuningan) and hari ini monitor ente di Bekasi Barat dengan S-0 dan modulasi putus2. Coba deh lontong sayurnye pake punya Om Remon, mungkin masih bisa nendang sampe CIbitung, heheheee….

    [Reply]

    digitalmbulNo Gravatar reply on September 4th, 2008 1:38 am:

    Bukan perangkat ane..tapi rx ente yang cakep…
    jangan hiperbol ah…

    [Reply]

  6. Ini merendah apa nyanjung Ane nih ? hahahaaa……..

    [Reply]

    digitalmbulNo Gravatar reply on September 4th, 2008 1:42 am:

    2-2 nyee….

    [Reply]

Leave a Reply

Powered by WordPress | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Mimbo theme