Jakarta Safety Riding Touring Picture
ingat beberapa pelanggaran yang dilakukan pada saat pelaksanaan Jakarta Safety Riding Touring?
berikut photo-photo yang belum sempat di upload kemarin, dengan pengambil gambar Bro Ridwan dari S2W.
Inikah sebuah statement yang di bangga-banggakan oleh salah satu pejabat Ditlantas PMJ? bahwa POLISI adalah instansi besar, yang terkoordinir, beda dengan organisasi-organisasi kecil?
Maaf, tapi kalimat ini yang sangat terngiang di kuping saya pada saat-saat ini, mengingat dari kunjungan saya ke Ditlantas Polda Metro Jaya.
Bahwa disebutkan, helm cetok tidak diperbolehkan, dan hanya 1 orang dalam 1 motor.

Bagaimana tentang peraturan Sendal tidak diperbolehkan?

Pakai Sendal, motor tidak dengan spion?

Kalau saya boleh mengutip lagi :
Chris mengingatkan, agar para peserta mematuhi aturan berlalu intas dan tidak meminta untuk diistimewakan selama dalam perjalanan menuju PRJ Kemayoran. Kampanyenya, dilakukan melalui memberikan pemahaman tentang peraturan berlalu lintas kepada para peserta. Nantinya, masing-masing kelompok akan didampingi petugas kepolisian yang berkewajiban memberikan pengarahan. Selain itu, akan diadakan pula peragaan standar keselamatan berkendara roda dua.
dan pembicaraan yang tidak di dokumentasikan dengan pihak POLDA Metro Jaya, bahwa peraturan tidak akan dilanggar, karena ini pembelajaran safety riding, dan taat peraturan lalu lintas.
Persyaratan yang mutlak dalam acara ini adalah Helm..

Bahkan dijanjikan, dalam konvoi tersebut tidak akan ada prioritas jalan, kembali ke kutipan Pak Chris, bahwa ini adalah pembelajaran safety riding, juga taat peraturan lalu lintas. Kenyataannya?
Bahkan Busway pun harus turut memberikan prioritas kepada kepentingan kelompok ini,
Bahkan mungkin, keselamatan bukan tema atau gaung dari acara ini?
Maka tidak salah, bila ini dinilai sebagai paradoks marketing sebuah ATPM, yang mengerahkan massa, atau pengerahan massa, yang juga di bantah mentah-mentah pada saat technical meeting di Ditlantas Polda Metro Jaya.
Juga bukan sekali lagi, menjadi gaung safety atau taat peraturan lalu lintas di kalangan masyarakat..

Yah, kembali lagi kepada niat baik, tanpa adanya kepentingan marketing yang harus dikedepankan dalam menyuarakan safety ride dan taat peraturan lalu lintas. Dalam case ini, lagi-lagi..kampanye safety ride di tunggangi kepentingan marketing.
Dan, makin kental lah, makna yang melekat di instansi ini, pengawalan yang berlebihan dan tidak memihak kepada kepentingan masyarakat umum.
Solusi :
Bukan berarti saya apriori terhadap seluruh acara yang dilaksanakan atas nama Safety Riding, hanya saja, pelaksanaannya butuh tanggung jawab yang tinggi pula.
Screening ketat, lebih tepatnya, harus dilakukan, demi menjaga nama baik korps dan perusahaan sponsor.
Dalam pelaksanaan acara ini, screening tentu saja tidak dilakukan, pengumpulan massa hanya untuk kejar target semata.
21 Comments
Trackbacks
- digitaLmbuL’s FiLes » Automotive Headline Horse Lainnya » Penyempitan Makna Safety..
- Penyempitan Makna Safety.. | TCI Depok Chapter


























wajib prihatin, tinggal bagaimana kita dalam komunitas ber motor melakukan alternatif kampanye dengan konsep yang bisa menyentuh pengendara seutuhnya
[Reply]
digitalmbul
reply on May 26th, 2008 8:21 am:
dengan di mulai dengan diri sendiri misalnya
[Reply]
AArrgghhh… tema acara dengan kelakuan sangat ga klop yaaaa… jadi.. tape deeeeeeeeeeeeee
[Reply]
digitalmbul
reply on May 26th, 2008 8:22 am:
ya..harusnya ini menjadi pembelajaran…
[Reply]
tidak disiplin sudah membudaya di sebagian besar masyarakat, jadi percuma aja bikin acara tour safety riding kayak gitu. buang2 duit, hasilnya juga nihil…
[Reply]
digitalmbul
reply on May 26th, 2008 8:22 am:
bukan berarti percuma..hanya saja perlu perbaikan sana sini…
[Reply]
emang gak gampang ngatur orang sampe ribuan…ujung2nya acara malah gak ada manfaatnya…. cuma unjuk pamer suatu ATPM aja
[Reply]
digitalmbul
reply on May 26th, 2008 8:26 am:
waktu itu, kita kasih 100 bikers, katanya..”HAH..cuman 100, dikit banget??” hehehehe
[Reply]
memalukan… males komentar!!!!
*terlanjur ngetik komentar*
[Reply]
digitalmbul
reply on May 26th, 2008 8:26 am:
lah…
[Reply]
Sebuah unjuk kekuatan yang tidak mencerminkan apa2 kecuali AROGANSI DAN PEMAKSAAN KEHENDAK
durenbangkoks last blog post..Dufan – 17 Mei lalu
[Reply]
digitalmbul
reply on May 27th, 2008 1:19 am:
galak amat..kekekekekekkk
[Reply]
Kalo di lihat semua pesertanya..sepertinya asal dapat ngumpulin aje..yg penting Quota target sesuai judul terpenuhi..alhasil tujuan pembelajarannya tdk ada..yg ada malah kebebasan melanggar rambu lalu lintas..serta berhasilnya proses marketing dari ATPM tsb…
[Reply]
digitalmbul
reply on May 27th, 2008 2:08 am:
hehehehe….itu yang masih belum di pahami sama EO nya mungkin…
[Reply]
coba positif aja nih bro…..justru acara ini bener ngedidik yang kayak gitu2….. itu kan foto2 pas keberangkatan menuju titik temu, mudah2an balik kembali kerumah masing-masing mereka sudah menyadari kesalahannya…….
bangun kondisi yang konstruktif dengan bahasa yang positif……
proses tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan…
[Reply]
digitalmbul
reply on May 28th, 2008 12:45 am:
bukan itu yang tulisan ini maksut…
tapi sebetulnya JANJI POLISI yang kita tagih…
dan yang pasti, “alumni” dari acara ini masih belum bisa di baca…acara ini mengakibatkan pengecilan makna safety riding..karena rompi tetap dipakai untuk melanggar aturan lalin..
[Reply]
Good Pics Bro. Bisa menjadi masukan positif bagi penyelenggara jika akan dilakukan kampaye safety riding lagi dikemudian hari.
Banyak penyempurnaan yang mesti dilakukan, termasuk menyamaan pengertian safety riding dikalangan aparat penegak hukum.
Ada kesan misi marketing ATPM mendominasi. Menurut saya jika masih dalam misi dan tema yang sama (paralel), itu sah2 aja dan justru bisa menambah semaraknya acara.
Masalah safery riding dijalan raya sebenarnya hanyalah merupakan refleksi mentalitas bangsa ini secara keseluruhan dan penegakan hukum di negara tercinta ini. Tapi kita semua tau itu adalah masalah besar yang saat ini sedang kita hadapi sebagai sebuah bangsa. Ini adalah harga sangat mahal yang sekarang harus kita bayar dari selama sekian puluh tahun kita hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi, dan masalah membentukan mental (moral) dan penegakan hukum ditinggalkan jauh dibelakang.
So, ini memang masalah besar bangsa ini. Dan, marilah kita tetap berbuat sesuatu yang secara realistis bisa dilakukan setidaknya mulai dari lingkungan kecil kita. Terlepas dari banyaknya ketidak sempurnaan event ini, saya masih tetap memberi apresiati pada Polda yang mengambil inisiatif dan mencoba mulai mengkampanyekan safety riding secara terbuka. Inisiatif, kesadaran (yang masih harus terus dikembangkan) dan upaya Kepolisian patut tetap diberi apresiasi. Semoga ini bisa menjadi bekal bagi pihak Kepolisian untuk mengadakan acara sejenis yang lebih baik lagi.
Nugrohos last blog post..2008 May: Antique Bicycles Ride, Supporting Green Earth
[Reply]
digitalmbul
reply on May 29th, 2008 12:43 am:
Sebuah kehormatan telah dikunjungi,
terima kasih, saya pun juga turut memberikan apresiasi, kepada instansi manapun yang memang bertujuan untuk memberikan awareness kepada masyarakat.
Sebetulnya, beberapa minggu sebelum acara ini di mulai, saya sudah berusaha menghimbau, dengan datang langsung ke Dikyasa PMJ, berbicara dengan penganngung jawab pelaksana, tapi seperti yang saya ucapkan dalam artikel saya diatas, (maaf) arogansi itu terlalu melekat dalam beberapa kalimat beliau.
Saya baru tau, bahwa acara ini sudah direncanakan setahun yang lalu, harusnya dalam waktu 1 tahun, mereka bisa memberikan solusi yang baik dalam kampanye ini, termasuk antisipasi filtering untuk seluruh peserta.
Kebetulan, penyelenggara dari pihak ATPM juga rekan saya, jadi, saya telah memberikan masukan ke dua pihak. Dari situ, kenapa hal ini menjadi momok negatif terhadap acara ini.
Foto-foto inipun telah di kirimkan ke keduabelah pihak, saya pribadi hanya menginginkan sebuah situasi yang menghargai, membuat nyaman bukan hanya untuk diri sendiri atau kelompok, tapi juga untuk seluruh pengguna jalan.
Itu cita-cita saya, dan kenapa saya bergabung dengan Road Safety Association.
[Reply]
BARU!!! http://www.jktlinks.com
Menghubungkan semua badan usaha khusus di Jakarta.
Gratis untuk mencatumkan link webside Saudara bulan ini.
Badan usaha tidak mempunyai website???
Kami dapat memberikan paket komplit dengan harga bagus.
Hormat kami,
Jeffrey & Feggy
Managing Director
Jakarta Links
Webshop: http://webshop.jakartalinks.com
[Reply]