Jakarta Safety Riding Touring

Ini bukan pernyataan resmi dari RSA!

Akhirnya acara itu terselenggara, walaupun photo belum di upload, tapi saya cukup penasaran untuk menulis ini.

Di awali dari “himbauan” RSA kepada pihak Polda Metro Jaya, saya secara pribadi sebetulnya cukup menilai kapasitas seorang pejabat tinggi Polri yang terkadang pembicaraannya tidak dalam koridor topik pembahasan, dari situ saya sudah cukup di pusingkan.

Apalagi setelah pertemuan itu, muncul statement dari Pak Chrisnanda, yang saya yakin, beliau tidak terjun langsung dalam tugas lapangan, karena yang saya lihat, beliau adalah orang yang jauh elegan dan bijaksana. dikutip dari kompas.com,

Chris mengingatkan, agar para peserta mematuhi aturan berlalu intas dan tidak meminta untuk diistimewakan selama dalam perjalanan menuju PRJ Kemayoran. Kampanyenya, dilakukan melalui memberikan pemahaman tentang peraturan berlalu lintas kepada para peserta. Nantinya, masing-masing kelompok akan didampingi petugas kepolisian yang berkewajiban memberikan pengarahan. Selain itu, akan diadakan pula peragaan standar keselamatan berkendara roda dua.

Ternyata pada pelaksanaan lapangan, jauh dari yang telah dikatakan oleh Pak Chris, terjadinya blokir jalan, lampu merah tidak berfungsi, atau lebih tepatnya, konvoi mendapat prioritas tinggi pada saat itu.

Sedangkan yang di kutip dari edaran acara ini adalah,

Persyaratan Motor :
1. Menggunakan Sepeda Motor
2. 1 Motor untuk 1 Orang
3. Perlengkpan Motor Berfungsi dengan baik
- Rem Depan Belakang
- Kaca Spion Kiri Kanan
- Sign Depan Belakang Kanan Kiri
- Lampu Rem
- Lampu Depan Belakang
- Knalpot harus standart
- Memiliki STNK yang masih berlaku

Persyaratan Pengendara:
1. Menggunakan Helm Tertutup
2. Menggunakan Jaket Lengan Panjang
3. Menggunakan Celana Panjang
4. Memakai Sepatu tertutup
5. Memiliki SIM C yang masih berlaku
6. Mentati rambu rambu lalu lintas

Sudah bisa di tebak, dan menjadi rahasia umum, persyaratan diatas hanya sebagai bumbu “safety ride” saja, tapi screening tidak dilakukan.

Mau hitung-hitungan anak kecil?

Untuk uang pengganti bensin,
Rp. 20.000 x 30.000 peserta = Rp. 600.000.000

Beli helm standard, asumsi harga 1 helm Rp. 150.000
Rp. 600.000.000 / Rp. 150.000 = 4000 kepala yang diselamatkan dari benturan maut..
Bagi2 helm seperti yang dilakukan Wahana jauh lebih bermanfaat…

Rompi (asumsi harganya Rp. 30.000/rompi)
Rp. 30.000 x 30.000 peserta = Rp. 900.000.000
Bisa membiayai operasi patuh POLRI, yang katanya selalu kekurangan duit dan personel…

Snack (asumsi Rp. 5000/pack)
Rp. 5.000 x 30.000 peserta = Rp. 150.000.000
Cukup untuk membuat film pendek yang diputar pada big screen tiap pos pol…

Itu baru biaya souvenir…hmmmm..bisa bayangkan?

Tidak sampai disitu, tanggapan dari rekan saya Eko, dari KCDj, mengungkapkan sisi lain, yaitu,

Pemborosan BBM, satu motor hitung rata-rata 3 liter
3 X 4500 X 30.000 = Rp. 405.000.000, -

Andaikan, tidak ada lagi, salah kaprah dalam kampanye mulia ini, mungkin keadaan akan jauh berbeda, dengan dana sebesar itu, sangat mungkin dilakukan sebuah perubahan sistematis dalam pola transportasi walau hanya satu atau dua moda.


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


One Response to “Jakarta Safety Riding Touring”

  1. [...] si Septi ini dipanggil-panggil… Sebetulnya artikel ini berhubungan dengan wacana ini dan itu dan yang onoh juga Ada sedikit opini yang terngiang-ngiang saat gue berkendara…dan [...]

Leave a Reply

CommentLuv badge