Ulasan Rencana acara konvoi 30rb Motor
Setelah technical meeting yang dilakukan oleh anggota Dewan Presidium Road Safety Association, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mengenai kampanye yang melibatkan 30.000 motor ini, dengan sponsor besar AHM, pada tanggal 20 Mei 2008, bertempat di Kemayoran.
Yang di khawatirkan oleh sebagian besar anggota RSA adalah, terjadinya sebuah paradoks marketing di dalam penyelenggaraannya, terutama pergerakan rangkaian dari titik-titik (Polres) yang telah di tentukan ke lokasi acara.
Sebagai gambaran yang di paparkan oleh Bro Ridwan (S2W), Polres akan menampung titik awal dari pergerakan rangkaian, Wilayah-wilayah tersebut adalah,
1. Jakarta Selatan.
2. Jakarta Timur.
3. Jakarta Barat.
4. Jakarta Pusat.
5. Jakarta Utara.
6. Polda.
7. Bekasi.
8. Bekasi Kabupaten.
9. Tangerang.
10. Tangerang Kabupaten.
11. Depok I.
12. Depok II.
Dan tiap Polres akan menampung sekitar 2.500-3.000 motor, pelepasan akan dibagi menjadi beberapa klotur, tiap klotur akan berisi 20 orang, berarti jumlah klotur akan menjadi 150 klotur (bila dibagi oleh jumlah terbanyak). Dan pelepasan akan di iringi jedah waktu sekitar 2-5 menit.
Lalu, Bro Fordi (TriC) mencoba menggali lebih dalam kepada KomPol Warsinem, tentang teknis pelaksanaan ini, tentu saja dengan perkenalan RSA sebagai pembuka, tapi ada anggapan RSA adalah produk dari DepHub, dan jelas, statement ini di tolak mentah-mentah oleh Bro Fordi, karena RSA adalah LSM independent, bukan merupakan produk instansi manapun. Dalam penjelasan pada saat itu, tersirat bahwa, memang akan terjadi pemblokiran jalan, untuk rangkaian ini. Dan Bu Warsinem mengajak RSA untuk berdiskusi lebih lanjut dengan atasan beliau yaitu Pak Chrisnanda (KasubDit Dikyasa PMJ).
Ajakan tersebut di terima dengan senang oleh para anggota Dewan Presidium yang hadir, dan pada hari Senin (5/5-2008), RSA meluncurkan SMS kepada Pak Chris untuk mohon waktu bertemu untuk membahas perihal ini, tidak butuh waktu lama, SMS balasan dari beliau pun datang, bahwa beliau bersedia dengan senang hati. Bu Warsinem menghubungi RSA, dan konfirmasi perihal ini, mungkin karena beliau adalah penanggung jawab pelaksanaan acara ini.
Akhirnya kami bertemu, disaat sibuk mereka, masih menyempatkan diri untuk menjawab beberapa pertanyaan dan keraguan dari kami. Kebetulan Pak Chris sedang ada rapat internal, jadi RSA yang diwakili oleh Rio “digitaLmbuL” harus berbicara dengan Bu Warsinem terlebih dahulu.
RSA menyampaikan beberapa point keraguan dalam pelaksanaan kegiatan ini, seperti, kenyamanan pengguna jalan lainnya yang diakibatkan blokir jalan, yang akhirnya bukan menarik simpati, tapi malah menjadi antipati publik terhadap acara ini.
Dalam penjabaran panjang lebar, hanya beberapa bagian yang menjawab pertanyaan dari kami, yaitu Bu Warsinem mengatakan TRAFFIC LIGHT AKAN TETAP BERFUNGSI SEBAGAIMANA MESTINYA, jadi bisa diambil kesimpulan tidak akan ada blokir jalan atau prioritas konvoi.
Wilayah yang terdekat dengan lokasi, akan masuk terlebih dahulu dari wilayah yang jauh dari lokasi acara, menghindari penumpukan di pintu masuk atau area sekelilingnya. Dan rangkaian dikoordinasikan sedemikan rupa, agar tidak bertemu di tengah jalan, yang akan menyebabkan akumulasi rangkaian di tengah jalan.
Ditiap rangkaian akan ada petugas berseragam untuk menjadi pengaman/penghubung antara rangkaian satu dengan lainnya, disini akan diturunkan sekitar 300 petugas di dalam tiap rangkaian.
Di lokasi, seluruh lokasi parkir tiap wilayah telah disiapkan, dan akan petugas lagi yang menjalankan aktivitas di lokasi tersebut, seperti akan disediakan Polwan untuk membagikan konsumsi, begitu juga “imbalan” lainnya. Bu Warsinem juga mengatakan, jangan berharap bisa berbuat anarkis, bahkan menjadi provokator dalam acara tersebut, karena selain Brimob, dan Sabhara, juga ada pihak serse juga akan diturunkan yang berbaur dengan seluruh peserta acara, dan dijamin oleh beliau, acara ini akan AMAN!. Begitu juga koordinasi pada saat pembubaran peserta dari aara.
Pak Chris yang menyempatkan diri bergabung dengan kami berdua setelah pertemuan internal beliau selesai, dan memperkuat seluruh pernyataan dari KomPol Warsinem, dan RSA pun pada saat itu sedikit me-review hasil dari pertemuan sebelumnya, mencoba meng-klarifikasi, bahwa benar tidak akan ada kegiatan yang akhirnya akan meresahkan pengguna jalan lain, inisiatif ini juga diambil dari pengalaman event-event yang pernah didukung oleh Polri sebelumnya, yang cenderung bertindak over protected terhadap konvoi kendaraan, yang sebetulnya tidak perlu. Dan pembicaraan mengenai Patwal pun bergulir, tapi bukan menjadi wacana dalam ulasan ini.
Demikian berita dari RSA, dan sekali lagi, bila memang teori yang disebutkan pihak Bu Warsinem ini terselenggara dengan baik, kami dari Pihak Road Safety Association tidak merasa keberatan sedikitpun dalam acara yang mengerahkan begitu banyak massa, bahkan kami akan mendukung….
mantabbb, tp koq jam kerja yah..
siHarri’s last blog post..Restore *.bkf file in Windows Vista
Reply
Pemborosan BBM, negara lagi pengematan, tolong dipertimbangkan
Reply
ga mau ikut aah…
bengsing mo naek. gaji ga naek2. n ini malah mau resign…
*mikir2 kalo mo kopdar..
Reply