Tanggapan via email untuk Ibu Dinar Imelda
By digitalmbul • Apr 16th, 2008 • Category: Automotive, Safety Driving, Safety RidingSelamat sore Ibu Dinar,
Sebelumnya perkenalkan saya Rio Octaviano, dari Road Safety Association, kami bermula dari para pengguna jalan khususnya sepeda motor, dan juga seluruh jenis kendaraan, kini kami berusaha melihatnya dari berbagai sisi.
Sadar atau tidak, email keluhan ibu telah banyak beredar di mailing list otomotif, dan pembacanya pun bisa diperkirakan lebih dari ribuan. Tentunya, banyak feedback yang datang ke pihak ibu, dan itupun pasti beragam, salah satunya adalah jenis tanggapan dari saya dan rekan-rekan di Road Safety Association, kebetulan saya mendapati pertama kali dari mailing list komunitas Suzuki Thunder.
Dalam keadaan lalu lintas di Jakarta (khususnya) memang sangat miris bila kita melihat, bahkan merasakan, dan kesemerawutan ini bukan hanya disebabkan oleh satu masalah/sumber, seperti ketika kita mendeskripsikan pengguna jalan, berarti kita harus berbicara, sepeda motor, mobil, kendaraan umum, pejalan kaki, gerobak, dan masing-masing mempunyai penjabaran yang panjang lagi, seperti mobil, ada beberapa kriteria, mobil yang dikendarai pemilikmya, atau oleh asisten, lalu juga, ada mobil instansi, dan lain sebagainya.
Ibu Dinar,
Kami sekarang ini sedang menggalakan program “Road Safety” dan yang kita ketahui, Road Safety tidak hanya berkutat di Technical Skill, kita berusaha melebarkan kepada empati, dan juga tertib terhadap peraturan lalu lintas. Tapi ini bukan semata kami “melemparkan” kampanye ini ke masyarakat tanpa ada implementasi terhadap diri kami yang tergabung di dalam Road Safety Association terlebih dahulu.
Maksud saya, dari ratusan email yang terkait masalah “pembenturan” jenis kendaraan yang beredar, semuanya mempunyai efek masing-masing, seperti, ketika email ini diterima oleh rekan-rekan kita di mailing list otomotif di roda empat, pastinya sebagian besar akan menyalahkan pengguna roda dua, tetapi ketika email ini sampai ke pengguna roda dua, maka terjadilah pembelaan dari kaum pengendara roda dua, dalam hal ini ibu menyebutkan “bikers”.
Bila kita telaah lagi, keadaan ini akan terus bergulir, dan menjadi debat kusir yang tiada henti. Bila kita bertanya kembali kepada pengguna jalan, sampai mana pengguna jalan mengerti peraturan yang mengatur lalu lintas? Peraturan Pemerintah No. 44, No. 43, tahun 1993, UU No. 14, tahun 1992, belum lagi KepMen, dan PerDa. Pasti jawabanya sedikit yang tahu. Prosedur pembuatan SIM yang angin-anginan, pasti sebagian besar pembuat SIM, tidak melalui prosedur yang sah, termasuk saya, dan saya sedikit tahu mengenai peraturan justru dari niat saya sendiri untuk mencari tahu akan peraturan itu sendiri.
Saya adalah pengguna kendaraan roda empat yang rutin (dulunya) tapi sekarang saya sudah merubah moda transportasi saya menjadi kendaraan roda dua, kendaraan roda empat saya gunakan hanya hari-hari tertentu. Sepeda motor, menjadi sorotan, karena memang jumlah sepeda motor yang berbanding terbalik dengan jumlah kendaraan roda empat, tapi kalau diperhatikan kembali, ulahnya sama saja, dan mental/tingkah laku dijalan sangat tidak bisa diukur dari tingkat intelektual dan strata sosial, ibu mungkin bisa membuktikan, bahkan sering melihat hal ini.
Banyak sekali yang harus diperhatikan, ketika kita harus menilai satu masalah, seperti jarak/lingkup pandang pada saat berkendara, sisi psikologis, faktor ekonomi dan lainnya. Dan teramat sangat mudah, bila kita harus menilai bahkan cenderung menyalahkan dari satu kendaraan, tapi hal itu malah membuat emosi unstable dari diri kita, dan sangat mengganggu di kemudian hari, tanpa kita sadari. Contohnya, kita akan selalu berpandangan negatif terhadap sesuatu yang kita benci, dan justru kebencian itu yang akan merusak diri kita secara perlahan, tapi pasti.
Intinya, kami menghimbau, cobalah memandang lebih bijaksana dalam berkendara di jalan raya, karena memang kampanye tertib dan aman berkendara bukan hanya milik instansi pemerintah, atau organisasi-organisasi seperti kami ini, tapi juga milik seluruh pengguna jalan.
Sekian bu, kami hanya bisa menghimbau, tidak bisa berharap lebih, apabila email ini mengganggu, mohon hapus dan abaikan, dan juga terimalah maaf dari kami, segelintir orang yang berusaha merubah kondisi jalan menajdi lebih baik.
Terima kasih.
cc.
- blog saya : http://digitalmbul.com/blogs/2008/04/16/tanggapan-via-email-untuk-ibu-dinar-imelda/
- mailing list Dewan Presidium Road Safety Association (former Forum Safety Riding Jakarta), dan hanya menjadi konsumsi mailing list ini, bukan untuk disebarluaskan kembali.
*Kalo mao cepet jangan di kiri, kalo mao lambat jangan di kanan..*
Rio Octaviano
DTC #136 | FSDI | BM-TTM #002 | RSA/FSRJ | JZØ9HLE
www.digitaLmbuL.com | www.informasiku.net | www.rapijakarta0506.com
From: thunder125@yahoogroups.com [mailto:thunder125@yahoogroups.com] On Behalf Of Benny The Great
Sent: 16 April 2008 11:09
To: yamaha_scorpio@yahoogroups.com; honda-tiger@yahoogroups.com; vixion-indonesia@yahoogroups.com; jakartamioclub@yahoogroups.com; thunder125@yahoogroups.com; tecepe@yahoogroups.com; tigerrevo@yahoogroups.com; kuya2k@googlegroups.com; Yamaha-Matic@yahoogroups.com; ysc-indonesia@yahoogroups.com; GL-ProMax-Riders@yahoogroups.com; GPMR@yahoogroups.com; REDZonerz@yahoogroups.com; ssfc@yahoogroups.com; suzuki-2wheels@yahoogroups.com
Subject: [Thunder 125] Curhat pengendara mobil tentang kelakuan Bikers
Bagaimana pendapat anda membaca posting di bawah ini?
Re: (OOT) Pelajaran buat Perempuan yang Menyetir Sendiri
Posted by: “Dinar Imelda” dinar_liebe@ yahoo.co. uk dinar_liebe
Tue Apr 15, 2008 4:11 pm (PDT)
mbak Eva,
ikut prihatin ya..
tapi bu ibu, aku prihatin melihat pengendara sepeda motor
di Jakarta ini.
aduh.. kalo dilihat dan diperhatikan NGELUNJAK deh..
(maaf ya) bawa motor doang, tapi maunya haknya kayak orang
bawa mobil. Ya jelas beda dong, pan yang bawa mobil itu bayar
pajaknya lebih mahal. Iya kalo itu doang yang dimasalahin,
kalo udah tabrakan, pastiiii aja yang bawa mobil yang diintimidasi,
dianggap ga perduli orang kecil lah..
dianggap nggak aware lah…
padahal.. jelas2 mereka yang suka ugal2 an.
Jalan di tempat yang bukan peruntukannya,
giliran kegiles/ ketabrak atau sebaliknya menabarak orang,
selalu minta excuse..
udah aneh deh pengendara motor sekarang ini.
kayak kemaren, aku lagi nyupir, ada motor di depanku,
jalan nya lelettttt banget, udah gitu di tengah jalan pula…
diklakson pelan, malah dileletin.
coba deh, ujian macam apa sih yang harus pengendara mobil alami?
kayak orang berdosa aja bawa mobil.
ah, jaman edan,… semua nuntut hak yang bukan pada tempatnya..
gelenggelengkepala,
dinar
digitalmbul is I am the owner..what else??
Email this author | All posts by digitalmbul




yah lumayan nafsu baca email si ibu, argumennya itu lho…
*geleng-geleng pala juga ah sambil dengerin chemical brothers*
adams’s last blog post..Google Adsense Blooper
[Reply]
@adams..
iye..emang imelnya lebih bersifat nge flame…
[Reply]
semoga ibu dinar membaca dan berpikir kembali untuk berdiskusi terbuka baik buruknya perilaku berkendara di jakarta.
[Reply]
@andry
Hidup jalanraya.net!! hehehee
[Reply]
saya juga mo promosi blog…
mudah-mudahan ga ada lagi pikiran untuk dng mudah menggeneralisir sesuatu, dalam bidang apapun
YEAY!!
edy’s last blog post..Suzuki Planet 250
[Reply]
@Edy
emangnya punya blog yah?
*gantian
[Reply]
oom mbul,,kalo mau ngadu tentang perparkiran dimana yak??
[Reply]
dari penerawangan gue ke blog situ…
gue lebih menyarankan ke pak pulisi…tapi inget..catet nama pak pulisinya…terus surat pengadua disimpen baek2..
kalo macem2…SEBAR DI BLOG…!!
kekekekekekekkkkkk…
moga2 gak dibaa om oy uyo
[Reply]