Shell oh Shell

Shell…itulah yang terpikirkan oleh otakku, ketika melihat indikator bahan bakar di motor harus segera di isi ulang.
Tentunya yang sesuai dengan ruteku adalah, Shell sebelum Bidakara Pancoran, masuk ke dalam areal pengisian bensin, tapi mataku sedikit melirik ke arah gambar di atas alat pengisian. Dan di kagetkan dengan sapaan ramah, “selamat pagi, pak..Super atau Super Extra..”…”oh…super..” jawabku terbata-bata. Sedangkan aku berusaha mengambil kamera yang terintegrasi di telpon selular ku. “Klik” walau bukan seperti itu suara yang dikeluarkan telpon selular ku, tapi paling tidak menceritakan kepada pembaca, bahwa aku telah selesai mengambil gambar ini…

Gambar yang menyesatkan

Apa yang salah dalam gambar ini? Hanya himbauan untuk turun dari motor kan? Jangan diatas motor ketika bahan bakar dikucurkan ke dalam tangki?
Bukan…bukan ituuu….liat lagi dooong….
Aku dan kawan-kawanku selalu saja tidak pernah lelah menghimbau kepada masyarakat pengguna kendaraan roda dua untuk selalu aman dan nyaman berkendara. Dan sebaliknya, yang diceritakan dalam gambar tersebut…
Sebuah fenomena yang mengerikan, yang kita lihat sehari-hari dalam kehidupan sosial di jalan raya. Dalam 1 (satu) motor terdapat 4 penumpang, belum berhenti disitu, si Bapak menggunakan helm open face, sedangkan ibu dan anak-anaknya tidak menggunakan helm sama sekali.
Bukannya tidak berusaha, rekan-rekan pengendara motor sudah berusaha meneruskan surat keluhan ini kepada customer care dari pihak Shell, tapi ternyata tidak mendapat tanggapan.
Mungkin menurut mereka, ini hanya hal sepele, hanya sebuah gambar…bila memang itu yang terdapat dipikiran mereka..sungguh mereka tidak peka terhadap lingkungan.

cara apa yang dapat membuat mereka mendengar, membuat mereka tersadar, bahwa kampanye keselamatan bukan hanya milik pemerintah, instansi, atau pun klub komunitas..tapi milik semua..semua pengguna jalan raya, bahkan itu perorangan sekalipun.

Shell…apa kamu mendengar?


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


3 Responses to “Shell oh Shell”

  1. sebelum baca jawaban na..sempat lama merhatiin gambar na. Ternyata aku lagi oon jd salah semua nebaknya.

    saya kok nga bisa merhatiin ampe situ yach. apa krn saya kurang perhatiaan? *OOT*

    Reply

  2. benar2, saya sendiri ga ngeh om..

    Reply

  3. mungkin justru disitu maksud si shell pengen “menegur”/memberikan pesan tersirat supaya lebih disiplin memperhatikan keselamatan berkendara sepeda motor..

    mungkin pihak shell hanya ingin memberikan gambaran fenomena “cuek keselamatan” yang masih sering kita temui di kehidupan sehari2, kalo pun misalnya pihak shell kedatangan pengendara seperti yg tertera di gambar, pihak shell tentu nya tdk memiliki kapasitas hukum untuk memberikan “teguran keras” kepada customer nya tsb.

    Reply

Leave a Reply

CommentLuv badge