Rokok dan Asep Knalpot
Uhuk..uhuk….
Akhirnya saya memutuskan ke dokter…di tempel kiri…di tempel kanan dengan senjata andalan para dokter, yang selalu terkalung di leher mereka.
“Bagaimana dok?” tanya saya kepada sang dokter…bukannya jawaban yang saya terima, malah pertanyaan kembali yang dilontarkan, “anda merokok ya?”..wah..fitnah nih…saya sudah berhenti merokok dari tahun 2003, tapi kambuh tahun 2005, berhenti lagi sampai sekarang, dengan alibi kuat tersebut yang terngiang di dalam otak saya, jawaban pun terlontar dari mulut saya ini..”tidak dok..sudah berhenti…”..kata pak dokter menjawab kembali “oo..soalnya banyak lendir nih..mungkin karena naik motor yah…”..yaaaa…itu pernyataan yang tepat pak Dokter..dalam hatiku berteriak…setelah di coret-coret kertas putih yang ada di hadapannya..lalu beliau memberika coret-coretan itu kepada saya..dan saya akan berikan kepada orang lain berserta uang…hmmm….hebat juga kertas itu yah??
Terlintas dalam benak saya…betapa beruntungnya saya, ketika saya sudah merubah alat transportasi saya dengan kendaraan terbuka seperti motor tersebut, saya sudah berhenti merokok, tidak terbayang akibat akumulasi dari kedua asap tersebut…Asap rokok saja sudah dapat membunuh manusia..ditambah lagi, saya harus menghirup timbal di jalanan..walaupun sudah tertutup hidung ini, tapi tentunya belum mampu menyaring 100% dari asap kenalpot itu.
Paling tidak..resiko saya sudah berkurang…asap yang saya telan hanya dari jalan, melalu hidung..setelah melewati celah balaklava yang saya pergunakan.
Papa saya, beberapa waktu yang lalu harus menjalani operasi..karena terjadinya pengecilan paru-paru..karena Papa adalah perokok berat..beda dengan saya dulu…saya selain perokok berat..juga berbadan berat…dan tentunya..saya berusaha tidak ingin mencontohkan kepada anak saya, bagaimana merokok yang baik dan benar.
Usaha itu kini terus bergulir….usaha untuk mempertahankan kebaikan ini..kebaikan..dengan tidak merokok….
Sayang..kempanye anti rokok, kalah dana dengan perusahaan-perusahaan tembakau itu..jadi ya apa daya…kalau kita lihat..kampanye anti rokok, hanya di laksanakan pada panggung kecil-kecilan, yang menumpang dengan acara lain, beda dengan kampanye mari merokok, yang dilaksanakan pada panggung besar..dan sekarang…menjalankan strateginya dengan menjaring makin banyak korban melalui komunitas….selamat ya…
apa bedanya dengan kami..para pemegang idealisme kenyamanan berkendara di jalan raya..tapi di lindas oleh budaya carut marut para birokrat..hahahaha…
jadi? mending ngerokok dong ya..
betewe, anti spam sayah kok salah melulu yaa..
itu D apa Q sih…
Reply
pan bisa di dengerin…hehehehe
Reply
Hoo..berarti kalo ndak naek motor boleh ngrokok yah?
Reply
Ah, url saya blum nampang
Reply
hehehehe….kan kalo naik motor…asap rokok plus plus…
url…dah ada tuh..:D
Reply
sayang…
udah yah ke dokternya???
tadi ti ngobrol sama dede’ di telepon…
dia teriak2 babahhh…. babah….
hehehehehe….
Reply
Belum sayang…artikel ini ditulis kemaren…
lah jadi ajang suami istri..kekekekekekkkk
Reply
ufooiscz…
ufooiscz…