Ruang Operasi Silvi

Setelah beberapa lama, mencari waktu untuk menyembuhkan Silvi…badannya walaupun temperatur normal untuk dia, tapi, terkadang, dia suka terbatuk-batuk sendiri…otomatis…jalannya pun menjadi tertatih-tatih di jalan raya.

Ok…setelah berdiskusi, mecari informasi, dapatlah satu tempat, yang gue anggep pas, untuk orang awam kondisi medis Silvi.
Silvi di bawa masuk, dan…para dokter bilang “hayo..buka…”..Silvi malu-malu, tapi apa daya, akhirnya di bukalah penutup depannya…”uhh…”

Sebelumnya…gue bilang ke para dokter…”tolong estimasi biaya yah…”, dan dokter senior pun menganggukan kepala, setelah melihat kondisi dan mempertanyakan keluhan Silvi.
Tidak beberapa lama, Dokter senior keluar dengan muka ramahnya, “delapan ratus lima puluh ribu pak..”, tentu gue bertanya kembali “untuk apa Dok?”, “ya..kipas Silvi memerlukan pelumas, supaya bisa kembali normal, dan tentunya sekalian servis keseluruhan…”, dan gue pun berusaha berdiskusi dengan istri, tentang analisa sang dokter senior, akhirnya Istri menyetujui, untuk menyembuhkan Silvi…
Mulailah…Silvi kembali di colok-colok lagi…(ih gak sopan…), alat-alat yang full digital..tapi bukan digitalmbul…mendeteksi kadar freon di tubuh Silvi…dan hasilnya….masih perawan…waahh…semuanya masih orisinil…

Bagian dalam Silvi tidak pelak menjadi sasaran para mantri, di bongkar, untuk dibersihkan…oh..nasib mu Silvi…

Dibawa ke meja operasi yang tidak terlalu jauh dari jasad Silvi, dan para mantri memperlihatkan, betapa kotornya dalaman Silvi..sungguh kasihan…



Dan pembersihan, juga penggantian bagian tubuh dalam Silvi di mulai, dibersihkan semua kotoran yang cukup tebal, hampir menyamai dengan bentuk karpet kecil..hmmm…

Salah satu andalan yang gue pegang sampai sekarang adalah, adanya analisa dari para team dokter yang menceritakan, bahwa sering terlewatnya Esco Fan oleh para dokter lain, walaupun sepele, tapi bisa berimbas kepada kesehatan Silvi, salah satunya adalah penyebab batuk-batuknya Silvi. Esco Fan ini sendiri, ada dua pilihan, cukup melumasi dengan pelumas yang khusus…

atau mengganti secara keseluruhan…ya tentu saja, gue mencoba dengan melumasi bagian dalam Silvi tersebut…

Membutuhkan kira-kira 2 jam untuk menjalani operasi Silvi, tapi, sekarang, Silvi sudah kembali sehat…batuk-batuknya tidak terdengar lagi, dan suara sewaktu Slvi menghidup atau matikan kompresor nya pun, tidak terdengar kembali, sudah halus…halus..dan halusss….

Yah..begitulah, cerita Silvi, dan sekalian, minta tolong para mantri, buat breket rig jepit di console, cukup memberikan tips Rp. 20.000, sang mantri pun tersenyummm….

Silvi…kamu masih dalam tahap pengawasan loh…jangan sakit lagi yaah…capek nih nganterin kamu ke dokter…


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


3 Responses to “Ruang Operasi Silvi”

  1. weee ganti tampilan neh :D

    Reply

  2. weit..iya doong…:D

    Reply

  3. Plat dudukan buat breket larsen kok gak di bikinin seklian ? heheheee…

    Reply

Leave a Reply

CommentLuv badge