Bingung…
Pagi ini, seperti biasa, berjalan mengantar istri ke Thamrin melewati Imam Bonjol lalu ke arah Agus Salim, “ting” lampu merah menghadang perjalanan gue di perempatan kedubes Australia…gue pun berhenti, sambil bingung…koq motor lain masih meneruskan perjalanan..dan wush…2 mobil mengikuti di belakangnya…salah satu ironi yang terjadi adalah…yang melanggar lampu merah mobil berikutnya adalah salah satu klub mobil “menengah keatas” dengan identitas nomor anggota klub di kaca belakang…ya..mencoba memberitahukan kepada rekan yang kebetulan ada di klub tersebut.
Setelah mengantar istri, lalu lanjut ke kantor untuk kembali bekerja.
Dengan santai, dan tentunya di lajur paling kiri, saya melaju sekitar kecepatan kurang dari 50Kmpj, tiba-tiba ada motor dari kanan langsung dengan tipisnya menyalip…”hmmm..kupret nih…klakson aah…” dan bunyi klakson pun terdengar dari mulut Hella 66 watt di depan mesin tertutup oleh body kit. Orang itu berhenti, dan dengan melihat marah ke gue…”waduh…koq marah yah”..tidak seperti biasa, saya menegur orang itu dengan sopan…”Bapak mengerti peraturan gak?…bapak tadi salip motor saya tipis banget..” lalu di jawab…”saya pake sign koq…”hmm…argumen yang benar..tapi kurang tepat…saya coba menghimbau, bahwa bisa saja keluarga dia yang celaka akibat ulahnya…
Yaaaa…seperti biasa…mereka yang melakukan ini, memang tidak mengerti…memang tidak tahu dan sudah membudaya…dia terus memberikan argumen…tapi argumen gue pun selelsai ketika bertanya ” bapak mengerti, bapak bisa mencelakakan orang..?” dia bilang “iya…” tapi ironisnya dengan nada percaya diri, bahwa dia tetap benar…dan banyak sekali argumentasi..dan gue tetap berusaha sopan…wwuuiiihhhh….Riooooo…sape duluuuu…kekekekekekkk…
OK…sisihkan dulu emosi…gue lalu berjalan..setelah gue sekali lagi bingung..mau bilang apa lagi…baku hantam??? hmm…atas dasar apa? Gue harus mengerti, bahwa orang yang gue tegur bukan orang yang berpendidikan cukup…dan untuk melanjutkan perdebatan gue cukupi sampai situ saja…
Yah…begitulah…
Kehidupan jalan raya, dengan mental pengendara yang jauh dibawah rata-rata…tapi gue sekarang masih bingung..bagaimana gue bisa se-sopan itu? hehehehe…
sudahlah…
Memang sabar harus tak berbatas..



