Gue Juga (sering) salah….

“Gue salah..” huh..pengakuan ini yang sangat jarang terdengar di tipikal manusia metropolitan jaman sekarang..dan ini yang gue anut semenjak gue SMA dulu…belajar menyadari kesalahan diri sendiri. Memang terdengar apatis, tapi inilah kebaikan, hanya saja jangan terlalu menjadi mayoritas dalam kehidupan sehari-hari.
Yak…gue buat tulisan ini, sebagai pengakuan kesalahan gue, selama ini…Ditengah-tengah suara vokal gue dalam kehidupan aman dan nyaman berlalu-lintas,

1. Jangan melanggar garis utuh dong!
Gue juga terkadang melanggar garis utuh, dalam keadaan lalu lintas yang padat, dan kondisi yang sangat tidak memungkinkan kita untuk tetap ada di sisi lain pada garis utuh. Kondisi apa tuh? Ya kondisi macet yang panjang, dan posisi kendaraan pada jalan tersebut, sudah tidak beraturan.

2. WOY..jangan nyalip terlalu deket, BEGO!
Naah..gue juga bego dong..pasalnya.. terkadang emosi di jalan raya menjadi faktor utama dalam melakukan aksi ini. Salah satu contoh, motor dengan mika belakang putih, biasanya dalam keadaan malam hari, gue suka “nipisin” kendaraan seperti ini, hanya sebagai pelampiasan emosi gue aja…soalnya gue tau, dengan omongan pasti gak bakalan kena..atau, ada mobil yang pada lajur cepat (kanan) tapi sengaja memperlambat kendaraannya, either dia sedang ketik sms, atau tidak mengerti peraturan.

3. Walah..itu orang nelpon sambil naek motor…
Gue pakai perangkat HT di motor gue, dengan tujuan, mengetahui situasi jalan di jakarta, dan terkadang berinteraksi dengan sesama teman di (katanya) klup otomotip.walaupun judulnya beda, tetep aja itu pengalih konsentrasi, maka dari itu, gue berusaha, agar tidak berkomunikasi sewaktu dalam kondisi lalu lintas yang padat (berusaha, bukan berarti selalu), terkadang gue suka melakukan hal tersebut, tapi ya gitu, gue akan terima apabila ada orang yang mencaci gue pada saat itu, lawong salah koq….oiya, gue pake extra mic, jadi posisi mic gue taro di kerah leher jaket.

4. Berhenti di pinggir jalan pada saat hujan turun..
Aksi yang menjadi penyumbang kemacetan jakarta pada saat hujan turun ini pun, gue lakukan, dulu waktu belum emngerti betul arti kenyamanan, gue memberhentikan motor gue pada baris ketiga, alias udah nyampe badan jalan, tapi gue sekarang selalu memberhentikan motor gue, pada tempat yang sekiranya tidak akan mengganggu pengguna jalan lain, misalnya, berusaha menaikan ke atas trotoar (bukan melewati), atau, berhenti di depan mobil yang sedang parkir di pinggir jalan, karena pasal parkir sembarangan, selama gak ada rambu, gak salah. Fauzi Bowo? Derek semua kendaraan yang parkir sembarangan, itu omongan isinya angin semua, dasar boneka sutiyioshit…ngomong aja gak becus…kekekekeekkkk

5. Melakukan pergerakan yang membahayakan berkendara.
Kaki gue terkadang suka mampir ke Bajaj yang nutupin jalan paling kiri, nah kalo point ini, bini gue yang selalu ngingetin..”kan gak safety, sayang..kita bisa aja terjatuh gara-gara tindakan itu..”..oh Istriku..memang yang terbaik..hehehehehehe…

Hmm…kayanya masih ada, tapi gue gak inget …yaa..mungkin budaya “IYA..GUE SALAH” yang bisa membantu mental pengguna jalan raya akhir-akhir ini, tentu saja, diiringi dengan sosialisasi peraturan jalan raya, yang hanya dibuat..tapi gak pernah diketahui oleh masyarakat…capee deeey…


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


5 Responses to “Gue Juga (sering) salah….”

  1. huehehehehehehe…
    namanya manusia ada salahnya bro :D
    pertamax ga?

    Reply

  2. kalo udah ngaku brati jng dilakuin lagi yak :mrgreen:

    *sambit adam yg pertamax*

    Reply

  3. No.1. Gw juga sering ngelanggar kl kondisi macet
    No.2 Gak pernah gw lakuin, tapi kalo ada orang yg mepet gw kedeketan, gw salip lagi dan biasanya gw kelepak helmnya
    No.3 sama, gak pernah gw lakuin.
    No.4 Kadang gw juga ikut berhenti untuk memakai jas ujan.
    No.5 Maap yee, kite pengendara yg sopan tyuuuh

    Reply

  4. aaaahhh, anti spamnya suse begete seeeee

    Reply

  5. biar aman, neng…

    Reply

Leave a Reply

CommentLuv badge