10 Hal yang perlu diketahui oleh pengemudi mobil dan truk.

Point yang gue ambil dari

http://www.forcardrivers.com/quicktips.html

koq kayanya gak cocok banget sama keadaan di Jakarta yah? Apakah sudah senyaman ini keadaan di luar sana?

coba liat deh, dah gue translate sebisanya…
1.
Lebih dari setengah dari semua kecelakaan fatal Motor melibatkan kendaraan lain. Kebanyakan, pengendara nya berada pada posisi salah. Lebih banyak mobil dan truk ketimbang motor di jalan, dan beberapa pengemudi mobil tidak “mengenali” motor – biasanya mereka tidak perduli.

2.
Karena ukurannya yang kecil, motor dengan berada pada posisi “blind spot” mobil (pintu/pillar) atau terhalang oleh objek lain diluar mobil (ilalang,pagar,jembatan, dll). Luangkan waktu lebih banyak untuk mengantisipasi motor, jika anda pidah haluan atau berbelok pada persimpangan.

3.
Karena ukurannya yang kecil, motor bisa terlihat lebih jauh dari sebenarnya. Dana sangat sulit menduga kecepatan motor tersebut. Ketika mengawasi lalu lintas untuk berbelok pada sebuah persimpangan, atau (keluar/masuk) dari gang, perkirakan motor itu lebih dekat dari yang terlihat.

4.
Para pengendara motor biasanya memperlambat kendaraan mereka dengan menggunakan “engine break”, dengan tidak menghidupkan lampu rem. Jaga jarak anda, paling tidak 3 atau 4 detik. Pada persimpangan, perkirakan pengendara motor bisa memperlambat kendaraan tanpa terlihat.

5.
Para pengendara motor biasanya menyesuaikan posisi agar mudah terlihat dan juga untuk mengurangi efek puing-puing jalanan, kendaraan yang melintas, dan angin. Mengertilah bahwa pengendara motor menyesuaikan posisi untuk satu tujuan, bukan untuk ugal-ugalan atau pamer atau berbagi jalur dengan mereka.

6.
Lampu sign pada motor biasanya tidak mati dengan otomatis, walaupun beberapa pengendara motor (biasanya pemula) terkadang lupa untuk mematikan selesai dari berbelok. Pastikan bahwa signal itu adalah benar-benar petunjuk gerakan si pengendara motor.

7.
Cara menggerakan motor adalah karakteristik terbaik dari motor, terutama pada kecepatan rendah dan dengan kondisi jalan yang baik, tetapi jangan berharap pengendara motor untuk dapat selalu menghidar.

8.
Jarak henti untuk motor hampir sama dengan mobil, tapi permukaan licin membuat penghentian kendaraan agak sedikit sukar. Jaga jarak yang lebih dibelakang motor, karena dapat berhenti tiba-tiba.

9.
Ketika motor dalam keadaan bergerak, jangan perhatikan hanya kendaraanya, tapi juga perhatikan orang di dalam helm, yang bisa saja teman mu, tetangga, atau kerabat.

10.
Bila pengemudi mobil menabrak ke pengendara motor, atau pejalan kaki dan menyebabkan luka serius, maka si pengendara tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.

iya kan?
apa mungkin perang urat syaraf juga terjadi di sana?


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


Leave a Reply

CommentLuv badge