Kemana Hati Mereka?
Ingat pembangunan busway?
dari awal, mereka membangun dengan tidak mengindahkan keselamatan pengguna jalan lain. Seperti kurangnya rambu-rambu peringatan, dan lain sebagainya.
Menurut berbagai sumber, dalam manajemen konstruksi jalan, sebelumnya banyak sekali yang harus dipikirkan, seperti jalan alternatif, dan dalam pembangunannya, paling tidak beberapa meter sebelum pekerjaan, sudah ada rambu peringatan.
Alasan dari “mereka” selalu, untuk kepentingan rakyat, tapi mereka selalu melupakan, bahwa pekerjaan rumah mereka masih banyak sekali yang belum terselesaikan, dan mungkin akan menjadi solusi, apabila hal itu dapat dicarikan solusinya.
Kejadian itu tidak beberapa lama, di depan gedung mustika ratu, pancoran, siang itu, saya melaju dengan kendaraan saya, tapi alangkah kagetnya, saya harus memberhentikan mendadak kendaraan saya, karena tiba2 ada pembangunan busway, untung egak di tabrak dari belakang.
Saya berpikir, kenapa mereka begitu ceroboh dalam hal ini? Apakah keselamatan menjadi nomor belakang ketika harus dihdapkan dengan kepentingan uang, yang tentunya dibungkus dengan istilah “kepentingan rakyat”.
Saya tidak mungkir, memang keberadaan transoprtasi bus transjakarta ini, cukup menolong, tetapi, dalam prosesnya, kenapa harus membahayakan orang lain.
Di sepanjang jalan Mt. Haryono, ada pengerjaan lajur busway yang tiba-tiba menjorok keluar, tanpa ada peringatan sama sekali. Saya belum melihat dengan mata kepala atas korban salah satu obsesi pemprov ini, tapi yang saya lihat adalah, taxi yang menggantung, antara busway dengan aspal umum, karena ketinggiannya sangat berbeda, dan diujung masing2 jalan, sengaja diberikan kelandaian, maksudnya untuk membiarkan kendaraan lewat proyek busway itu, tapi…koq dengan perbedaan tinggi yang sangat signifikan itu, tidak ada pemberi peringatan?.
PemProv, PemDa, apapun instansi yang terkait dalam hal ini? Apalah arti suara-suara kecil minoritas ini, ketika mereka berbicara keuntungan, yang kemudian dikemas baik dalam sebuah issue sosial.
Kenapa sih, selalu mengatakan ini adalah keuntungan mereka? Bayangkan, sudah menjadi rahasia umum, bagaimana tender terjadi di lingkungan pemerintahan, dan kenapa banyak sekali prosedur-prosedur keselamatan pengguna jalan yang diabaikan?
Belum lagi proyek monorail yang dibiarkan begitu saja, jalur lambat rasuna said, sekarang bagai lautan, bergelombang disana sini, sering saya harus menerima guncangan keras di shock breaker saya, tapi, coba tengok ke jalur cepat? Halus bukan? Fenomena apalagi ini? Apa karena para pejabat tinggi hanya melewati jalur itu? Lalu alasan hanya jalur cepat yang halus…bisa di perkirakan sendiri….
Berapa banyak gedung sepanjang jalur rasuna said, kenapa mereka tidak mencoba “meminta sumbangan” bila memang ternyata APBD Jakarta ini sudah tidak mencukupi dengan hal-hal seperti ini. Beberapa pembangunan di jalan tersebut, dan sering banyak debu/kotoran sepanjang jalan dari truk-truk pengangkut tanah, tapi apa yang diperbuat oleh mereka? Pembiaran? Karena mungkin, swasta lebih berjaya di bumi Indonesia ini, dan Pemerintah adalah hanya sebagai pelayan, yang patuh dengan uang perintah para pengusaha.
Permasalahan Transportasi Makro di Jakarta menjadi perdebatan yang tak kunjung selesai, mungkin harus berbenturan dengan kepentingan-kepentingan semu. Dan sangat tragis, bila kami mendapatkan data kecelakaan, data kemacetan, data penyebab kemacetan dari mereka. Dan sampai sekarang, mereka sendiri belum bisa menyelesaikan. Walaupun waktunya masih terbilang baru…yaaa…sekitar puluhan tahun lah….
Apalah artinya artikel ini, bila harus berbicara dengan kepentingan pribadi atau kelompok?
Bila system kita sangat rusak, kenapa bukan kita yang memperbaiki diri kita sendiri..??
nikmatin aja …. nyantai
Reply
protes doang ga bakal bisa bikin jumlah mobil di jakarta berkurang
Reply
namanya juga usaha
Reply
@saya
egak cuman protes koq…gue dan teman2 juga bergerak secara riil…gmana kalau anda? apakah anda hanya bisa memberi kritik??
@noceng
usaha yang berat, bro..
Reply