Klarifikasi – SOTR2007
Related Link (1)
Related LInk (2)
—– Original Message —–
From: Rio “digitaLmbuL”
To: DTC Taufij BJ ; DTC Subhan ; DTC Subhan – ID (Contracted) Ali
Cc: FSRJ Mbah Maridjoss ; FSRJ Stephen Vincent ; guna@mic.co.id
Sent: Tuesday, October 09, 2007 1:02 PM
Subject: Klarifikasi
To : Om BiJe, Om Subhan
cc : Om Piko, Om Karebet (penasehat)
Bro Sontul (Hornet), Bro Steven (HTML)
Bro Guna (TRC), Bro Tommy (HTML)
Perihal : Klarifikasi Pernyataan dari Rio
Ok..
gini…ane sebelumnya minta maaf atas kalimat ane di milis-milis yang cenderung menegur…dan menimbulkan gelombang reaksi keras dari masing-masing pihak…sekali lagi mohon maaf dengan om Piko dan om Karebet koq gak bosen-bosen juga si Rio buat musuh?…berikut ane coba berikan klarifikasi atas pernyataan-pernyataan pendek yang keluar dari tulisan ane….mohon kebijakannya untuk menyingkirkan sesaat emosi yang ada….
Tanpa bermaksud memperkeruh keadaan, dan lebih kearah pertanggung jawaban atas postingan ane, mohon izin melibatkan pihak luar klub, karena ini ane berbicara sebagai pribadi ke rekan-rekan…dan mungkin bisa memberikan masukan-masukan bijak dengan porsi kedewasaan masing-masing individu, tanpa harus memperuncing masalah ini.
Penggunaaan Strobo, Sirine, Rotator…
Ini adalah topik pembicaraan yang cukup hangat di temen2 yang satu aliran sama ane…
pertama, penggunaannya yang melanggar dari PP 44/1993, melihat dari pasal 65, 66, dan 67…
kedua, tentang perizinan dari pihak POLDA yang mengharuskan pemakaian instrumen tersebut (info dari rekan pengurus HTML dan TRC), sebetulnya ane cuman melihatnya lucu, apa dasar hukum yang digunakan oleh pihak POLDA? Diskresi? untuk apa diskresi dilakukan? kepentingan kelompok?
ane adalah salah satu dari minoritas yang memperhatikan masalah ini, mohon maaf, bila ada yang kurang berkenan.
Dan ane sangat mengerti atas konsekwensi yang ditimbulkan atas semua aksi ini, bersama dengan surat ini, mungkin bisa menyatukan pandangan kita terhadap hal ini.
Ketika kita berbicara tentang penggunaan pihak sipil lampu berkelip ini, banyak sekali pro kontra yang akan terjadi..salah satunya yang terjadi antara Rio, Om BiJe, Bro Guna, Bro Ronald, dan mungkin om Subhan, dan om Piko…dan masih banyak yang lainnya…
Ane bukan mau menjadi manusia sombong, yang akan mematuhi peraturan 100%, tapi ane mencoba melihat, dari penerapan hukum yang berlaku. Apabila memang aparat kita terlalu lemah dalam mengatur hal ini, mengapa bukan kita sebagai masyarakat umum bisa mengendalikan diri. Contohnya ane kembalikan ke diri ane sendiri, ane pernah menggunakan flasher, tapi akhirnya ane copot, karena mengerti, itu gak ada gunanya, dan cenderung berpotensi membuat kecelakaan..lawong motor koq pake Hazard…
Sebetulnya peraturan adalah hal yang tidak bisa ditawar2 lagi, dan ini dibuat untuk kenyamanan bersama, tapi sungguh ironis, ternyata masyarakat kita menganggap peraturan hanya sebagai hiasan, dan memang dibuat untuk di langgar…
Seorang Rio adalah juga pengguna jalan, yang juga mempunyai sifat egoisme yang tinggi..tetapi seorang Rio juga berusaha, menjadikan lingkungan untuk menjadi lebih nyaman.
Yup..seorang Rio juga bisa di kategorikan sebagai pahlawan kesiangan, ketika semua nya telah terjadi, si Rio baru muncul…tapi jangan lupa, sebelum Rio yang ini, muncul juga Rio-Rio sebelumnya, yang juga mencoba menciptakan suasana yang sama, mungkin Rio ini adalah penerus dari sebelumnya..dan nanti akan muncul Rio-Rio berikutnya….
Pemasangan Strob light, sirine, dan rotator pada kalangan sipil, sebetulnya untuk apa? pendapat tentang pertanyaan ini pun variatif, dari yang negatif sampai yang ke positif, tapi apabila kita lihat kembali relevansi dengan peraturan yang ada…apakah ada pembenaran dari kegiatan penggunaan lampu isyarat ini pada rakyat sipil?
Blokade jalan?
Ane sudah berulang kali posting tentang artikel ane masalah blokir jalan ini..mungkin tidak perlu diceritakan kembali
Memang ane kembali lagi mengaku salah, bukan pada porsi ane “menyuruh” teman-teman ane, karena mereka punya kehidupan sendiri, dan punya pilihan dari kehidupan mereka….tapi ane sekarang mau coba ralat…
ane mau coba menghimbau, dan mohon dipikirkan kembali atas tindakan-tindakan yang dilakukan, usul ane dari pertama kali ke pihak panpel adalah, untuk lebih berjiwa sosial, dan tidak memntingkan kepentingan segelintir orang…masih banyak sekali proses yang jauh lebih elegan dibandingkan dengan aksi-aksi kemarin…
dan ane sangat salut dari tema Bakti Sosial ini..karena kita masih perduli dengan sesama, tetapi, ketika kita bertujuan untuk perduli dengan sesama, apakah harus mengorbankan kepentingan bersama?
Ane sepenuhnya sadar atas seluruh konsekwensi dari aktifitas ane ini, di cemooh, di cela, di tuding..dan lain sebagainya….tapi ane sadar juga…ini adalah bagian dari perjuangan, perjuangan ane yang kebetulan exis di bidang otomotif, untuk menjadikan jalan menjadi tempat yang jauh lebih nyaman dari sebelumnya. Apabila pihak oposisi tidak pernah ada, maka tidak pernah akan berjalan demokrasi di dalam satu negara..tul gak??
Mohon, sekali lagi, dipikirkan kembali, dan ane coba menghimbau kembali sama temen2…yang mungkin sudah terlanjur benci dengan seorang Rio, yang berani2nya berbicara ke panpel masalah usulan, yang akhirnya “dikira” mengatasnamakan DTC, sebetulnya pingin sih….
dengan segala kerendahan diri seorang Rio, memohon dipikirkan kembali, ayo mulai dari diri sendiri, dan kelompok kecil terlebih dahulu….
Mulai dari saya sendiri,
Rio Octaviano
Pengguna Jalan Raya




kenapa mesti ngaku salah??
[Reply]
situasi, ed….
mungkin gue akan coba pendekatan yang berbeda untuk misi kita ini…
[Reply]