Syndicate

digitaLmbuL’s FiLes

 

Featured Articles

flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd)

NAMA
flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd)
DEFINISI
“flu singapore” sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease (hfmd) atau dalam bahasa indonesia penyakit tangan, kaki, dan mulut (ptkm).

penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. berdasar laporan yang ada, kejadian luar biasa penyakit ini sudah ada di tahun 1957 di toronto, kanada. sejak itu terdapat banyak kejadian di seluruh dunia. di indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru.
istilah “flu singapore” muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di singapura. karena gejalanya mirip flu, dan saat itu terjadi di singapura (dan kemudian juga terjadi di indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah “flu singapore”, walaupun ini bukan terminologi yang baku.

Informasi Penyebab,Gejala, Pengobatan, Diagnosis, Pencegahan dan lain lain hanya ada di medicastore.com

————-

*DEFINISI*

“*Flu Singapore*” sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran
dikenal sebagai *Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD)* atau dalam bahasa
Indonesia *Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM)*.

Penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. Berdasar laporan yang
ada, kejadian luar biasa penyakit ini sudah ada di tahun 1957 di Toronto,
Kanada. Sejak itu terdapat banyak kejadian di seluruh dunia. Di Indonesia
sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru.
Istilah “Flu Singapore” muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan
kematian akibat penyakit ini di Singapura. Karena gejalanya mirip flu, dan
saat itu terjadi di Singapura (dan kemudian juga terjadi di Indonesia),
banyak media cetak yang membuat istilah “flu Singapore”, walaupun ini bukan
terminologi yang baku.

*PENYEBAB*

PTKM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk
dalam famili *Picornaviridae* (*Pico*, Spanyol = kecil ), *Genus Enterovirus
* ( non Polio ). Genus yang lain adalah *Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus
*. Di dalam Genus enterovirus terdiri dari *Coxsackie A* virus, *Coxsackie B
* virus, *Echovirus* dan *Enterovirus*.
Penyebab PTKM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah *Coxsackie
A16*, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih
berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah *Enterovirus 71*. Berbagai
enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

*EPIDEMIOLOGI:*

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM
adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan
menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).
Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga
terkena.
Penularannya melalui jalur fekal-pral (pencernaan) dan saluran pernapasan,
yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur, tinja, cairan vesikel
(kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan) atau ekskreta.
Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan
makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor
tetapi ada pembawa (“carrier”) seperti lalat dan kecoa.
Penyakit ini memberi imunitas spesifik, namun anak dapat terkena PTKM lagi
oleh virus *strain Enterovirus* lainnya.
Masa Inkubasi 2 – 5 hari.

*GEJALA*

Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (faringitis),
tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti “flu” pada umumnya yang tak
mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulkus di mulut
seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga
sukar untuk menelan.
Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister
yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan
kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini
umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat di
rumah sakit.

Bila ada gejala yang cukup berat, barulah penderita perlu dirawat di rumah
sakit. Gejala yang cukup berat tersebut antara lain :
- Hiperpireksia, yaitu demam tinggi dengan suhu lebih dari 39 C. – Demam
tidak turun-turun – Takikardia (nadi menjadi cepat) – Takipneu, yaitu napas
jadi cepat dan sesak – Malas makan, muntah, atau diare berulang dengan
dehidrasi. – Letargi, lemas, dan mengantuk terus – Nyeri pada leher, lengan,
dan kaki. – Kejang-kejang, atau terjadi kelumpuhan pada saraf kranial -
Keringat dingin – Fotofobia (tidak tahan melihat sinar) – Ketegangan pada
daerah perut – Halusinasi atau gangguan kesadaran

Komplikasi penyakit ini adalah :
- *Meningitis* (radang selaput otak) yang aseptik – *Ensefalitis* (radang
otak) – *Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis* – *Acute
Flaccid Paralysis* / Lumpuh Layuh Akut (“*Polio-like illness*” )

Satu kelompok dengan penyakit ini adalah :

1. *Vesicular stomatitis dengan exanthem (PTKM) – Cox A 16, EV
71*(Penyakit ini)
2. *Vesicular Pharyngitis (Herpangina) – EV 70*
3. *Acute Lymphonodular Pharyngitis – Cox A 10*

*DIAGNOSA*

*LABORATORIUM :*
Sampel ( Spesimen ) dapat diambil dari tinja, usap rektal, cairan
serebrospinal dan usap/swab ulcus di mulut/tenggorokan, vesikel di kulit
spesimen atau biopsi otak.
Spesimen dibawa dengan “*Hank’s Virus Transport*”. Isolasi virus dengan cara
biakan sel dengan *suckling mouse inoculation*. Setelah dilakukan “*Tissue
Culture*”, kemudian dapat diidentifikasi strainnya dengan antisera tertentu
/ IPA, CT, PCR dll. Dapat dilakukan pemeriksaan antibodi untuk melihat
peningkatan titer.

Diagnosa Laboratorium adalah sebagai berikut :

1. Deteksi Virus :
– *Immuno histochemistry (in situ)*
– *Imunofluoresensi antibodi* (indirek)
– Isolasi dan identifikasi virus.
Pada sel Vero ; RD ; L20B
Uji netralisasi terhadap intersekting pools
Antisera (*SCHMIDT pools*) atau *EV-71 (Nagoya)* antiserum.

2. Deteksi RNA :
RT-PCR
Primer : 5′ CTACTTTGGGTGTCCGTGTT 3″
5′ GGGAACTTCGATTACCATCC 3″
Partial DNA sekuensing (*PCR Product*)

3. Serodiagnosis :
*Serokonversi paired sera* dengan uji serum netralisasi terhadap virus
*EV-71 (BrCr, Nagoya)* pada sel Vero.
Uji ELISA sedang dikembangkan.
Sebenarnya secara klinis sudah cukup untuk mendiagnosis PTKM, hanya
kita dapat mengatahui apakah penyebabnya *Coxsackie A-16* atau *Enterovirus
71*.

*PENGOBATAN*

1. Istirahat yang cukup
2. Pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan secara
simptomatik saja berdasarkan keadaan klinis yang ada.
3. Dapat diberikan :
– *Immunoglobulin IV (IGIV)*, pada pasien imunokompromis atau neonatus

– *Extracorporeal membrane oxygenation*.
4. Pengobatan simptomatik :
– Antiseptik di daerah mulut
– Analgesik misal parasetamol
– Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena
demam
– Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll )

Penyakit ini adalah “*self limiting diseases*”, yaitu dapat sembuh
dengan sendirinya, dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan
tubuh menurun. Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan
komplikasi tersebut diatas.

*PENCEGAHAN*

*PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT:*

Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang
baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan kekumuhan dan
kepadatan lingkungan; kebersihan (Higiene dan Sanitasi) lingkungan maupun
perorangan. Cara yang paling gampang dilakukan adalah misalnya membiasakan
selalu cuci tangan, khususnya sehabis berdekatan dengan penderita,
desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan
terkontaminasi.

Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash
sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi
virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting
menjaga kebersihan perorangan.

Di Rumah sakit “*Universal Precaution*” harus dilaksanakan.
Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi)

*UPAYA PEMERINTAH DALAM HAL INI :*

Meningkatkan survailans epidemiologi (perlu definisi klinik)
Memberikan penyuluhan tentang cara-cara penularan dan pencegahan PTKM untuk
memotong rantai penularan.
Memberikan penyuluhan tentang tanda-tanda dan gejala PTKM
Menjaga kebersihan perorangan.
Bila anak tidak dirawat, harus istirahat di rumah karena :
- Daya tahan tubuh menurun.
- Tidak menularkan kebalita lainnya.
Menyiapkan sarana kesehatan tentang tatalaksana PTKM termasuk
pelaksanaan “*Universal
Precaution*”nya.

————————

Dear mbak Fitri, ini ada postingan dari mBak Uttik & milist sebelah, moga
bermanfaat.

(YENTI – mama VARI)

“KATANYA ‘FLU’, TAPI KOK BUKAN FLU?”
Kata flu ternyata banyak “dibajak”. Orang begitu gampang mencantelkannya pada
nama penyakit tertentu yang ternyata bukan masuk kategori flu biasa.

Pernah dengar, kan, orang menyebut flu Hong Kong, flu Singapur, flu perut, flu
tulang, flu burung dan masih banyak lagi. Menurut Dr. Alan R. Tumbelaka, Sp.A
(K), flu yang benar-benar flu dikenal dengan sebutan influenza. Ada pun
penyebabnya adalah virus influenza. Penyakitnya juga relatif gampang diatasi.
Setelah diberi obat penurun panas, antibiotika jika perlu dan obat batuk jika
diikuti batuk serta istirahat cukup, kondisi tubuh penderita umumnya akan
kembali pulih.

Kalaupun berbagai penyakit tadi diberi embel-embel kata flu, tegas konsultan
Penyakit Infeksi dan Pediatri Tropis Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN
Cipto Mangunkusumo, boleh jadi penyakit tersebut memang memiliki gejala awal
seperti flu. Memang hampir semua penyakit akibat virus memiliki gejala mirip
flu. Yakni diawali batuk-pilek, demam/panas tinggi hingga penderita menggigil,
sakit tenggorokan, otot terasa pegal-pegal, sakit kepala, batuk kering dan
biasanya disertai mata merah. Tak heran begitu ada penyakit lain yang memiliki
kemiripan gejala awal, lantas orang mencantelkan kata flu di depannya.

CARA MENEGAKKAN DIAGNOSIS

Setiap jenis virus pada masing-masing penyakit memiliki tingkat keganasan yang
berbeda. Kalau virus influenza jelas mudah dijinakkan, namun untuk flu-flu
lainnya belum tentu serupa. Apalagi bila ditengok sifat genetisnya, virus flu
dikenal sebagai virus yang tidak stabil. Ia sering bermutasi akibat pertukaran
gen. Tak heran kalau sering muncul jenis flu-flu “baru” yang sulit sembuh,
lebih parah gejalanya, bahkan sampai menelan banyak korban.

“Contoh terbaru adalah SARS yang katanya disebabkan corona virus. Virus ini
sebenarnya sudah lama dikenal di dunia medis. Hanya yang sekarang ini adalah
jenis terbaru dari corona virus sehingga lebih ganas sampai memakan banyak
korban meninggal.”

Yang sering jadi pertanyaan, bagaimana penderita tahu persis virus apa yang
tengah berkecamuk dalam tubuhnya. Terlebih bila semua penyakit yang disebabkan
virus memiliki kemiripan gejala. Menurut Alan, menegakkan diagnosis suatu
penyakit yang disebabkan virus memang bukan perkara mudah. Pasalnya, untuk
membiakkan suatu virus dibutuhkan waktu lama dan teknologi tinggi yang di
Indonesia kadang-kadang belum tersedia. “Jadi, jangan heran kalau untuk
memastikan seseorang terkena virus SARS atau tidak, sampel air liur penderita
sampai dikirim ke Amerika.”

Itulah mengapa biasanya dokter akan mengobati penyakit berdasarkan gejala yang
timbul. Cara ini sering disebut dengan pengobatan simptomatik.

Namun ini pun tak mudah. Seorang penderita dengan gejala flu, contohnya, akan
diduga menderita influenza. Padahal belum tentu penyebabnya virus influenza
karena untuk memastikan virus tertentu butuh pemeriksaan lama. Akhirnya, dokter
hanya mengobati gejalanya saja. Kalau demam diberi obat antidemam, sedangkan
jika disertai batuk akan ditangkal dengan obat batuk.

Namun karena jenis virus yang menyerang tidak diketahui secara pasti, maka
biasanya penderita tidak diberi obat antivirus. Apalagi sifat virus umumnya
susah dimatikan, sehingga si penderita susah diobati. Makanya, ujar Alan,
dokter kerap tak mau ambil risiko memperparah penyakit yang diderita pasien.
Akibatnya, tak sedikit dokter yang lantas menembaknya dengan antibiotik. Dengan
asumsi mungkin penyebabnya bukan virus, melainkan bakteri. Bukankah bakteri
akan mati jika dihantam dengan antibiotik?

YANG PENTING STAMINA

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan penyakit
tadi? Saran Alan, ketimbang kelewat mengkhawatirkan sekian banyak macam
penyakit maupun pengobatannya, lebih baik jaga stamina alias daya tahan tubuh
agar tetap prima. Soalnya, seseorang hanya mungkin terjangkit penyakit bila
daya tahan tubuhnya melemah. Minum vitamin C yang banyak didengungkan memang
merupakan salah satu cara membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Yang tak kalah penting, lantaran penyakit yang disebabkan virus cepat menular,
maka penderita yang sudah telanjur terkena harus sadar diri untuk segera
memutus rantai penularan. Solusinya dengan beristirahat di rumah. Ini penting
bagi penderita sekaligus bagi orang lain di lingkungannya agar tidak tertular.
Jangan lupa gunakan masker sehingga virus yang bisa disebarkan melalui udara
maupun percikan air liur tidak “lari” ke mana-mana.

Vaksin Influenza

Khusus influenza yang disebabkan virus influenza, menurut Alan, memang ada
tindak pencegahan berupa vaksinasi. Hanya saja vaksin tersebut akan berubah
setiap tahun tergantung hasil penelitian yang dilakukan para ahli. Contohnya,
sewaktu virus Hong Kong mewabah, maka di tahun itu pula dibuat vaksin untuk
melawan virus tersebut. Namun karena tahun berikutnya jenis virus berubah,
vaksin yang diproduksi pun berubah. Mau tidak mau yang bersangkutan perlu
divaksin kembali di tahun-tahun berikut. Soalnya, penyebab virus influenza akan
berbeda-beda setiap tahunnya. Mungkin saja virusnya masih sama, namun bermutasi
lalu membentuk suatu jenis virus baru.

Tentu saja tidak semua orang wajib mendapatkan vaksinasi influenza. Yang
dianjurkan adalah mereka yang memiliki penyakit tertentu yang bakal lebih parah
bila ia terserang influenza. Penderita asma, contohnya, akan mengalami keluhan
sesak napas yang parah bila terkena flu. “Sayangnya, orang masih sering salah
kaprah. Mereka beranggapan kalau sudah disuntik vaksin influenza pasti tak
bakalan terkena batuk pilek. Padahal kalau ia diserang batuk pilek yang
disebabkan bakteri tentu tidak bisa dicegah oleh vaksinasi influenza ini.”

Meler Karena Alergi

Mengingat gejala flu yang akrab ditemui adalah batuk pilek, Alan mengingatkan
jangan gara-gara batuk pilek sedikit saja lantas cepat-cepat minum obat flu.
Boleh jadi penyebabnya bukan virus influenza, melainkan alergi terhadap
sesuatu, semisal dingin atau debu. Sering dengar, kan, keluhan para orang tua,
“Anakku enggak demam, tapi, kok, hidungnya meler terus, sih.”

Sekadar Nama

Berikut beberapa penyakit yang menggunakan kata flu, namun sebetulnya bukan
influenza.

FLU SINGAPUR

“Flu” jenis ini sempat menggemparkan dunia beberapa tahun lalu. Padahal
penyakit yang sering disebut dengan HFMD (Hand-Foot and Mouth Disease) atau
Penyakit Mulut, Kaki dan Tangan (MKT) ini sebenarnya merupakan penyakit kulit.
Kalaupun orang menyebutnya sebagai penyakit flu, tak lain karena gejala
penyakitnya hampir sama dengan influenza. Penyakit yang disebabkan virus
Coxsackie 16 ini sebenarnya merupakan penyakit yang umum terjadi pada anak dan
bayi. Terlebih karena virus ini bisa menyerang sepanjang tahun.

Selama 1-2 hari pertama ditandai dengan suhu badan meninggi, batuk pilek,
mual-mual, dan tak nafsu makan. Kemudian muncul gejala bintil-bintil atau
visikel seperti cacar air di daerah tangan, kaki, dan selaput mukosa mulut
serupa sariawan. Bintil dan lepuhan berisi cairan bening yang mengandung virus
ini sangat mudah menular, baik lewat percikan ludah saat bersin, sentuhan
dengan bagian tubuh yang berbintil tadi ataupun penggunaan kebutuhan rumah
tangga secara bersama seperti handuk.

FLU HONG KONG

Disebut juga dengan flu burung (avian flu) yang muncul sekitar Maret 1997.
Jenis flu ini awalnya menyerang unggas di Hong Kong. Namun 2 bulan kemudian
juga menyerang seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun di Kowloon yang akhirnya
meninggal. Setelah diteliti, ternyata penyebabnya tak lain adalah virus flu
burung tersebut. Di akhir tahun 1997 muncul pula infeksi dengan komplikasi
berat seperti pneumonia dan ensefalitis (radang selaput otak). Kalau tidak
segera ditangani, infeksi ini bisa berakibat fatal. Pemerintah Hong Kong
akhirnya memutuskan untuk melakukan pemberantasan besar-besaran dengan
memusnahkan semua unggas yang dijualbelikan di pasaran.

FLU BABI

Ditilik dari namanya, virus penyebab flu yang juga disebut sebagai swine flu
ini berasal dari babi. Sumber penyebarannya diperkirakan berasal dari sebuah
tanah pertanian di daerah Midwest, AS, tanah peternakan babi. Banyak ahli
memang percaya bahwa sebelum sampai di tubuh manusia, semua gen virus flu
memiliki tempat-tempat persinggahan sebagai vektor penyebarannya. Salah satunya
yakni melalui hewan.

FLU TULANG

Umumnya semua gejala flu/selesma atau common cold muncul karena infeksi
berbagai jenis virus. Dari sekian banyak virus penyebab flu, ada yang
menghasilkan toksin/zat racun bagi tubuh. Zat racun ini kemudian menyebabkan
berbagai gangguan fungsi pada sistem tubuh individu yang terkena. Di antaranya
pada sistem otot rangka. Selain membuat tubuh yang bersangkutan memberikan
reaksi radang, di antaranya berupa demam dan nyeri otot dan tulang serta
memunculkan warna kemerahan pada mukosa yang mengindikasikan melebarnya
pembuluh kapiler di bawahnya. Berdasarkan gejala itulah, beredar istilah flu
tulang.

FLU PERUT

Seperti telah dikatakan, toksin yang dihasilkan oleh virus penyebab flu tadi
akan menyebabkan berbagai gangguan. Termasuk gangguan terhadap fungsi sistem
pencernaan yang antara lain ditunjukkan melalui gejala mual, muntah, diare dan
mulas. Atau bisa pula mengganggu fungsi usus, hingga pencernaan jadi tidak
sempurna dan menghasilkan banyak gas. Gejala-gejala tersebut belakangan sering
disebut sebagai flu perut.

Faras Handayani.

Hand-Foot-Mouth Disease
Related concepts: Coxsackievirus A16

Introduction:

A miserable child who has lost interest in eating solids? Perhaps the child
has hand-foot-mouth disease.

What is it?

Hand-foot-mouth disease is a common childhood illness featuring mouth sores,
fever, and a rash. Similar-sounding “foot-and-mouth disease” is a disease of
cattle and is not related to this condition.

Hand-foot-mouth disease is usually caused by a virus called coxsackievirus
A16. However, many children with coxsackievirus A16 infections do not have
all of the features of hand-foot-mouth disease. Some have no rash, some have
no mouth sores, and some even have no fever. A variety of other viruses in
the Enterovirus family can also cause hand-foot-mouth disease (the
coxsackieviruses are enteroviruses).

Who gets it?

This disease is most common among young children but is seen with some
frequency up until puberty. Adults can get it, but this is much less common.
Once people have had coxsackievirus A16 they are generally immune, but they
could get another case of hand-foot-mouth disease from one of the other,
less common viruses. Most infections occur in the summer or early fall, with
the peak between August and October in the northern hemisphere.

What are the symptoms?

Children with hand-foot-mouth disease usually start to feel crummy 3 to 7
days after they were exposed. Often, the first thing parents notice is their
children’s decreased appetite for solids. Children may also have a fever and
a sore throat. A day or two later, many children develop sores in the mouth.
They begin as small red spots on the tongue, gums, or mucous membranes. They
may blister or form ulcers.

A skin rash may also develop over a day or two, with flat or raised red
spots. Unlike with many rashes, the spots are often found on the palms and
soles. Also, it is common to have the rash on the buttocks. Often, the red
spots will form tender blisters (although not on the buttocks). Unlike with
chickenpox, the rash does not itch.

Usually the rash disappears and the child feels better within about 1 week.

How is it diagnosed?

Usually the diagnosis is made based on the history and physical exam. Lab
tests are available for the coxsackieviruses and other enteroviruses, but
they are not usually necessary. Hand-foot-mouth disease is sometimes
confused with strep throat, which can also begin with a fever and sore
throat. It is sometimes mistaken for chickenpox because they both have
blisters. It might be confused with any of the childhood exanthems. Also,
many children with hand-foot-mouth disease are diagnosed with ear infections
because the eardrums may appear red.

How is it treated?

Antibiotics do not help with hand-foot-mouth disease. The important issues
are pain relief and plenty of fluids.

How can it be prevented?

The viruses that cause hand-foot-mouth disease are present both in the stool
and in the respiratory secretions. It can spread by fecal-oral transmission,
droplet transmission, contact transmission, and by means of fomites. Hand
cleansing-especially after diapering/toileting and before eating-can help
reduce its spread. Children are often kept out of school or daycare for the
first several days of the illness, but it is not clear this prevents others
from becoming infected. Other children in the class are probably contagious
even though they will never develop symptoms.

Related A-to-Z Information:

Contact Transmission, Coxsackievirus, Droplet Transmission, Enteroviruses,
Exanthems (Childhood rash), Fecal-Oral Transmission, Fomites, Strep Throat

Alan Greene MD FAAP

February 27, 2002

——————–
This information is provided by the Paediatricians of Children’s Medical
Centre, Department of Paediatrics, NUS (National University of Singapore)
Hospital.

The purpose of this brochure is to provide helpful tips on how to care for
your child or children with Hand Foot and Mouth Disease (HFM). We
understand that you are very worried and concerned, and we would like to
share some useful tips on how to care for your child at home. This way, we
can prevent complications like dehydration from refusing to drink fluids.

1. Incubation period and expected course of HFM

The incubation period after contact varies from 2 to 6 days, and your
child’s fever and mouth discomfort are usually gone by Day 3 or 4. The
mouth ulcers resolve by Day 5 to Day 7 of the illness, but the small water
blisters or red spots on the hands, feet (and occasionally the buttocks and
limbs) can last up to 10 days. Sometimes, your child may complain of pain
over the blisters or spots located on the palms and soles. Your child’s
fever be as high as 39oC.

2. How to care for your child at home:

a) If your child’s mouth ulcers are painful, you will notice drooling
and feeding difficulties. You can give your child syrup Panadol (the actual
drug name is”acetaminophen”) to relieve the severe mouth pain aswell as the
fever. We suggest that you serve the syrup Panadol 30 minutes before each
main meal (breakfast, lunch, and dinner). It is safe to serve panadol on an
empty stomach. Remember to serve Panadol only at 4 or 6 or 8 hourly
intervals. If your child is allergic to Panadol, please inform your
paediatrician immediately.

Please seek your paediatrician’s advice if you intend to serve other drugs
like Voltaren or Voren (diclofenac) suppositories or oral ibuprofen syrup.
These prescription drugs are stronger than Panadol and may not be suitable
for some children.

b) If you are self-medicating or giving your child cough mixtures or
oral antihistamines, please inform your paediatrician. Some children are
sleepy after drinking cough mixtures and antihistamines, and this may cause
drowsiness. We suggest that you stop serving cough mixtures as your drowsy
child will drink less fluid and this may lead to dehydration. Drowsiness in
your child may be an early sign of brain infection as well.

c) Encourage plenty of clear fluids and change to asoft diet. Younger
children with painful mouth ulcers find it difficult to suck on bottle teats
- we suggest that you spoon-feed your younger child. Some children like to
drink from straws or cup. You can serve infants and young children
home-made porridge water, barley water or chrysanthenum tea. Another
alternative is half-strength flat lemon-lime soda like ‘Sprite’ or ’7up’,
served at room temperature for children above one year of age. Do not serve
‘Sprite’ or ’7up’ to infants below one year of age! Remember to stir the
soda until the fizz is gone because the bubbles can bloat up your child’s
tummy, and then add clean drinking water to dilute the Sprite or 7up. Avoid
giving your child sour, salty or spicy foods and avoid foods that need much
chewing. Soft jellies, melted ice cream and mashed potatoes can be offered
to “fussy eaters” in addition to the usual diet of porridge or bread.

d) Encourage your child to drink more fluids so that they will “pee” at
least every 3 to 5 hourly. We suggest that you wake up your sick child at 2
or 3 am in the early morning to measure his or her temperature, serve the
panadol if necessary and encourage your child to drink water or fluids
before he or she returns to sleep. It is important to prevent dehydration
in your child.

e) How to apply mouth gels: Use a clean piece of gauze or clean cotton
towel to dab the mouth ulcers, before applying the mouth gel. If you do not
gently wipe away the saliva, the gel will not stick to the ulcer! The best
time is to apply the mouth gels before meals and before bedtime. You can
purchase Medigel or Bonjela from most pharmacies without a prescription. Do
not share the mouth gel with other children.

f) Wash your hands thoroughly with soap or disinfectant after you have
wiped your child’s bottom. The virus is present in stools and all body
fluids. Do not allow your child to share towels, toothbrushes, cups or
bottles with family members, and remind child to wash his or her hands. After
the blisters and ulcers have disappeared, do not let your child participate
in active sports for two to three weeks after the HFM illness.

Please contact your paediatrician or return to the hospital if:

1. If your child has not urinated or ‘pee’ for more than 8 hours.

2. Your child starts to act very sick (looks dull, drowsy, pale or
mottled, restless or irritable and unable to get into sleep, or develops
cold sweating).

3. The fever lasts more than 3 days.

4. The mouth pain becomes severe.

5. Your child develops weakness in any limb or throws a seizure

—– Original Message —–
From: Yulia FYunus
To: milis-nakita List Member
Sent: Monday, August 20, 2007 12:21 PM
Subject: [milis-nakita] (minta info) HMFD {01}

Nakitaers,

Beberapa waktu lalu pernah ada postingan mengenai penyakit ini, barangkali
masih ada yg simpan? Thanks before.

Regards,

Yulia Fitriana Yunus

Rentokil Initial Indonesia

Menara Jamsostek Building 16th Floor

Jl. Jend. Gatot Subroto No.38

Jakarta, 12710

Tel: 62 21 5290 2255 ext 1113

Fax: 62 21 5290 2266

=========================================================
This e-mail, including any attachment is confidential and may be privileged.
Use or disclosure of it by anyone other than an intended adressee is strictly
prohibited. If you are not an intended addressee, please notify the sender by
telephone or e-mail and delete the e-mail and any attachment from your system.

Rentokil Initial Indonesia (“the ” Company”) does not accept any liability in
respect of communication made by its employee which is contrary to the company
policy or outside the scope of the employment of the individual concerned. The
employee responsible will be personally liable for any damages or other
liability arising.
=========================================================

=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=

Mailing List Nakita
milis-nakita@news.gramedia-majalah.com

Arsip

http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


Comments (21)

21 Comments »

  1. Wah, dr semua site yg gue cari info ttg “flu singapura”, dptnya di blog temen sendiri.

    Tenkyu udah posting, Bro!
    Udah bikin pencerahan. Soalnya anak gue lg kena nih. Udah 4 hari.
    Smg cpt sembuh lah.

    Knp ya? Penyakit gini2 seringnya kena anak kecil. Mslhnya mereka msh susah utk
    komunikasi ke kita kl ada apa2.

    Reply

    digitalmbulNo Gravatar reply on April 6th, 2009 9:24 am:

    serius lu Ji???
    Semoga cepet sembuh yaa…

    Mungkin karena anak kecil lebih rentan sama penyakit yah??
    Gue posting ini, waktu gue curiga juga sama anak gue…waktu sakit…tapi Alhamdulillah bukan itu…

    Reply

    liedya johanesNo Gravatar reply on December 11th, 2009 10:22 am:

    Wah, skrg kami sekeluarga kena flu singapur. Anak saya 3 orang, yg plg byk no 2 &3. Mereka sering mengeluh gatal. Untung obatnya Murah. Acyrovil racikan & saleb dgn nama yang sama & bedak salicyl. Betul bgt penyakit itu menular. Awalnya dari yang No 2. Semoga orang lain tdk merasakannya. gbu

    Reply

    Comment by Aji HanityaNo Gravatar — April 4, 2009 @ 10:19 am

  2. Saya merasa kena penyakit FLU SINGAPORE nih.

    Gejala yang saya alami :
    1. Bintik merah2 pada telap tangan dan kaki
    2. Bercak merah pada badan
    3. Mulut sakit untuk menelan
    4. Tulang2 terasa linu

    Saya sudah 1 bulan lebih merasakan sakit ini dan sudah berapa kali periksa ke dokter dan check darah?!!
    Hasil yang didapat cuma alergi dan tidak ada hasilnya sampai sekarang.

    Mohon petunjuknya.

    terimakasih.

    asep reza predisha

    Reply

    Comment by asep reza predishaNo Gravatar — March 7, 2010 @ 4:24 pm

  3. anakku kena flu singapur, keluar bercak-bercak merah diseluruh badannya dan gatal.
    kalo sedang kena flu singapur boleh mandi atau tidak ya, khawatirnya kalo mandi akan semakin banyak bercak yang keluar.

    Reply

    Comment by adrianeNo Gravatar — April 2, 2010 @ 12:59 am

  4. anak saya yg no.2 tahun lalu kena flu singapore..
    sekarang malah 3 anak kena semua..
    untungnya karena sudah ada pengalaman tahun lalu jadi tidak terlalu parah

    adriane,
    kalo menurut mama (orang tua/kuno) sebaiknya tidak kena air ataupun angin..
    saya tidak pernah membandingkan apakah kalo kena air atau angin jadi lebih parah, namun saya pikir tidak ada salahnya juga ngikuti nasihat orang tua..
    kalo anak2 merasa lengket badannya saya taburi bedak salicyl

    Reply

    Comment by titinNo Gravatar — September 1, 2010 @ 4:19 pm

  5. Anak saya terindikasi sakit flu burung dengan gejala panas tidak tinggi,susah untuk menelan dan di tenggorokan terasa ada bercak-bercek kemerah merahan . Apakah tidak mengkwatirkan , mohon informasi

    Reply

    Comment by EKO PRASOJO,SENo Gravatar — February 12, 2011 @ 5:52 pm

  6. flat stomackstomach flat…

    [...]flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd)[...]…

    Trackback by flat stomackstomach flat — September 28, 2011 @ 8:33 am

  7. flu symptoms…

    [...]flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd)[...]…

    Trackback by flu symptoms — November 2, 2011 @ 10:41 am

  8. awalnya sabtu pagi anak saya yg kedua usia 1th sehat , tiba2 malam hari anak saya panass sekali..saya kasih sanmol panasnya agak menurun sedikit sampai minggu pagi pun badannya masih panas dan masih aku kasih sanmol dan, tapi herannya badannya keluar bintik2 merah ada yg kecil ada juga yg besar. akhirnya malam harinya aku bawa kedokter tapi…dokter bilang itu hanya biang keringat biasa, dan bsk harinya bintik2 merahnya semakin besar2 dan berair hampir sama seperti cacar. semenjak itu anak saya tdk saya mandikan dan berpakaian selalu tertutup. akhirnya kurang lebih 6 hari anak saya sembuh.saya dpt info dari temen sekolah TK anak saya yg pertama , itu kena flu singapore,akhirnya coba saya buka web site ternyata hampir mirip yg dialami anak saya bintik2 merah pada tangan kaki serta bokong. yg ingin saya tanyakan bagaimana caranya agar penyakit itu tdk terjadi pada anak saya lagi ,karna saya takut melihat anak saya seperti itu tolong informasinya dan pencegahannya.terimakasih.

    Reply

    Comment by dedehNo Gravatar — November 7, 2011 @ 8:53 am

  9. berita indonesia…

    [...]flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd)[...]…

    Trackback by berita indonesia — November 11, 2011 @ 3:47 am

  10. Lab Bahasa Multimedia – Software Akademik Sekolah…

    [...]flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd)[...]…

    Trackback by Lab Bahasa Multimedia - Software Akademik Sekolah — November 12, 2011 @ 2:27 am

  11. Hey, i found your internet site via msn. it’s really great. i may return again. thank people. ray ban wayfarer is now the popular fashion within the modern development.

    Reply

    Comment by minyak ikan kod untuk ibu mengandungNo Gravatar — January 4, 2012 @ 10:39 am

  12. I’ve found it alarming the news on spyware and virus attacks hasn’t been keeping up with the danger. It looks like several years since spy ware or virus software benefited from any kind of awareness in a big way. I’m wondering if that’s the reason why attacks continue and folks tend to be falling victim to malware and spyware.

    Reply

    Comment by Deeanna CabreroNo Gravatar — March 30, 2012 @ 4:00 pm

  13. anak saya kene flu ini, biasanya waaktu penyembuhannya berapa hari

    Reply

    digitalmbulNo Gravatar reply on April 3rd, 2012 11:56 am:

    3-5 hari, sabar dan supply makanan baik..tetap ke dokter rutin..

    Reply

    Comment by aminNo Gravatar — April 2, 2012 @ 10:34 am

  14. I enjoyed your intriguing article. good information. I hope you write more. I will continue subscribing

    Reply

    Comment by click this linkNo Gravatar — July 2, 2012 @ 8:59 pm

  15. flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd) I was recommended this website by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my difficulty. You’re wonderful! Thanks! your article about flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd)Best Regards Rolf

    Reply

    Comment by Free Android ApkNo Gravatar — August 20, 2012 @ 1:23 pm

  16. Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your website is fantastic, as well as the content!. Thanks For Your article about digitaLmbuL’s FiLes » flu singapore atau hand foot mouth disease (hfmd) .

    Reply

    Comment by Ralph LaskaNo Gravatar — October 22, 2012 @ 1:51 pm

  17. Making sure that supplement provides herbal ingredients extends those benefits.
    By drinking a cup of boiled milk mixed with a tea spoon of turmeric powder for couple of days before going to bed will definitely cure the mouth
    ulcers. Ice, once it can be tolerated could reduce some of the inflammation.
    Kim recently posted..Kim

    Reply

    Comment by KimNo Gravatar — April 23, 2013 @ 1:24 am

  18. Part of the reason for the steep climb in popularity with
    Tamanu oil is because of cicatrisation. They also, have anti-inflammatory and anti-bacterial properties and are full of nutrients and
    healing powers. You will see harmful ingredients like Alcohol, Fragrances, Dioxanes etc.
    oil benefits recently posted..oil benefits

    Reply

    Comment by oil benefitsNo Gravatar — May 16, 2013 @ 6:27 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv badge

Recent Posts

Lewisham Homes in court after woman breaks jaw
by HSE

Bedford company in court over worker’s broken leg
by HSE

Joinery firm in court over worker’s severed finger
by HSE

Unsafe gas work leads to fine for kitchen installer
by HSE

Keeping in touch with HSE
by HSE

DVLA unveils interim chief executive
by Road Safety GB

Understand and improve your organisation’s Safety Culture
by HSE

Teachers and volunteers improve their Bikeability
by Road Safety GB

Logistics company wins inaugural RoSPA award
by Road Safety GB

Collective failures led to death of worker
by HSE

BAE Systems sentenced for death of worker
by HSE

RR962 – Survey of noise emission and risk information supplied with a range of work machinery
by HSE

Ambitious plans for Bike Week
by Road Safety GB

Judith Hackitt’s ‘Risk Assessment’ – No regrets
by HSE

Campaign highlights summer drink drive dangers
by Road Safety GB

A new TWIST to solve an old problem
by Road Safety GB

Road safety team and music festival work in partnership
by Road Safety GB

Recycling giant fined for worker death failings
by HSE

Durham firm sentenced after worker’s arm amputated
by HSE

Case 173 – Residents have to purchase their own lift maintenance barrier
by HSE

What's the dilly, yo?

cerita-cerita dari Rio

Categories

Archives

digitaLmbuL’s FiLes Authors

More Information

Our Friends


Warning: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0