Bendera Bendera GAGAH!!
By digitalmbul • Sep 14th, 2007 • Category: HeadlineSelamat pagi,
Sepertinya pagi ini menjadi pagi yang biasanya buat saya, bangun pagi, mandi, sarapan (oops..lagi puasa ya) dan berangkat kerja dengan kendaraan roda dua yang di modifikasi (ciyeh) bersama istri tercinta, dengan terpaksa meninggalkan anak kami yang paling menggemaskan.
Kami memulai perjalanan dari kalimalang, pfffhh…sungguh perjalanan yang melelahkan, kami harus menembus kemacetan panjang, terpaksa harus melampaui garis putus batas lajur kiri dan kanan (berlawanan arah), terkadang kami berpikir, kami yang mengambil 1 lajur keluar dari lajur sesungguhnya saja sudah merasa sangat mengganggu lalu lintas, tapi kenapa banyak dari pengendara malah mengambil lajur paling kanan untuk menyusul kami-kami yang tetap berbaris 1 keluar dari lajur kami, hmmm…mungkin bukan itu pembahasan kita.
Setelah kemacetan itu, kami pun melewatinya, dari uki cawang, lalu masuk ke Casablanca, dan disinilah awal dari cerita terjadi.
Sepanjang perjalanan kami di Casablanca kami yang berkendara dengan roda dua, diharuskan berjalan pada sisi paling kiri, malah terkadang ada roda empat yang suka dengan sengaja menutup lajur kami tersebut, tapi gak apa-apalah, mungkin karena mereka takut tergores oleh para oknum pengendara motor, saya juga waktu dulu menggunakan roda empat suka berbuat yang sama, tapi sudah tidak lagi sekarang, karena saya mengerti betul penderitaan pengendara roda dua. Dalam perjalanan kami melihat banyak sekali bendera partai, apalagi waktu kampanye cagub Jakarta. Bendera berkibar dengan gagahnya, bertuliskan segala macam partai, dan cagub cawagub DKI Jakarta yang tercinta. Tapi koq bendera itu malah mengganggu perjalanan yah? Sewaktu kami melewati, sering sekali bendera-bendera tersebut menghantam muka kami, sehingga secara tiba-tiba konsentrasi kami buyar sesaat, bambu atau tiang yang digunakan untuk mengibarkan bendera laknat itu menjulur ke badan jalan, sehingga berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Dan itu tidak hanya terjadi sekali, sepanjang lajur Casablanca menuju tanah abang, semuanya seperti itu. Hmm…saya suka bertanya-tanya, dalam kampanye partai saja sudah tidak memikirkan nasib rakyat pengguna jalan, apalagi bila mereka berubah menjadi besar, seperti memberikan kabar kepada kita, “INILAH KAMI, KAMI TIDAK PERDULI TERHADAP KESELAMATAN ANDA ATAU NYAWA ANDA, KAMI HARUS MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN KELOMPOK ATAU GOLONGAN KAMI” hahahahhahahha…paling tidak itulah kalimat yang muncul dalam benak saya. Itu untuk partai, tapi bagaimana cagub dan cawagub DKI tercinta ini? Seakan tersirat pesan “KENALKAN SAYA, SAYA MANUSIA YANG TIDAK TAHU DIRI, SAYA BELUM BISA MENGENDALIKAN MASSA SAYA, TAPI SAYA MAU DIPILIH UNTUK MENGENDALIKAN ANDA SEMUA PENDUDUK DKI JAKARTA”, mungkin itu jawabanya. Kenapa harus semua pemikiran pejabat kita seperti itu, mereka belum sanggup mengendalikan kadernya, tapi mereka sanggup mencalonkan partai atau diri mereka sendiri untuk bisa mengambil posisi yang akan mengendalikan massa yang lebih banyak lagi?
Bila saya bertanya lagi pada diri saya, apakah PemProv buta sama sekali dengan fenomena ini, jawabannya hanya satu “TIDAK”, mereka tahu semua ini terjadi, karena berada di depan hidung mereka, kenapa tidak ditindak?? Hahahahaha…bisa kita ambil kesimpulan masing-masing laah…tapi jika menurut saya pribadi, rupanya hati nurani mereka tertutup oleh kekuasaan UANG!! UANG dan jabatan mereka lebih berarti daripada nyawa atau keselamatan pengguna jalan.
Tapi apakah hanya membahayakan? Tidak juga, pendapat munafik dari saya adalah, sangat mengurangi estetika jalanan di Jakarta. Karena bila saya berkendara dengan roda empat, saya tidak akan terganggu oleh bendera-bendera itu, tapi saya tidak bisa melihat pemandangan yang baik, karena harus melihat kain-kain dekil yang diikatkan pada bambu, dan dipasang sembarangan diseluruh tepi jalan.
Artikel ini bukan hanya saya saja yang membuat, rekan saya sesama anggota Forum Safety Riding Jakarta juga menuliskan keluhannya terhadap fenomena ini. Tapi apalah suara kami dibandingkan kepentingan UANG dan JABATAN para pemprov DKI??? Hanya bisa mengeluh, tanpa bisa bersuara, mungkin mereka menunggu ribuan korban luka dan ratusan korban nyawa terlebih dahulu untuk bisa membuka kantong mereka…oops..maksutnya..hati mereka..atau…membuka peluang untuk komoditi politik mereka..demi…UANG dan JABATAN yang tadi saya sebutkan.
Oiya, dalam akhir artikel saya ini, saya mau mengucapkan selamat…SELAMAT TELAH MENJADI MANUSIA BATHIL DAN YANG TIDAK TAHU DIRI…semoga kalian bisa mendapatkan hidayah..seperti yang di sinetron-sinetron perusak (beda artikel nih..menyusul yaah…) yang tampil di TV…
Berikut sedikit kilasan photonya…


Sekian.
digitalmbul is I am the owner..what else??
Email this author | All posts by digitalmbul




tunggu poto2nya yaah…
[Reply]
yaa.. sementara ini memang kita hanya bisa berkeluh kesah di berbagai macam media saja, semoga aja paling tidak ada satuuuuu orang pengurus dari mereka yg berkepentingan yang membaca keluhan kita ini dan mau memperbaiki tata cara kemapanye mereka…
[Reply]
tukang poto keliling yak
[Reply]
tapi khusus buat ciledug…gue gak pake poto…tapi pake crayon..disesuaikan dengan keadaan warga nya…
kekekekekekkkk
[Reply]
tes
[Reply]
beli bendera dunk atu om
[Reply]
[...] yang tidak malu-malu (sembunyi di balik rimbun pohon atau sengaja jebakan?) hingga penertiban bendera-bendera partai yang dipasang seadanya menggunakan bambu dan tali plastik tanpa memperhatikan bahayanya bagi [...]