Driving Skill

1. Parkir.

2. Teknik Pengereman.

a. Cara mengerem darurat yang benar.
Beruntunglah jika anda memiliki mobil be -ABS. Artinya, di keadaan darurat Anda tinggal injak pedal rem sekeras mungkin tanpa takut ban mengunci, dan mobil masih bisa dikendalikan. Namun bagi pemilik mobil tanpa ABS, ada 2 cara bisa dilakukan di keadaan darurat, sehingga mobil mampu berhenti cepat dan masih dalam kendali.

- Treshold.
Injaklah pedal rem sekeras mungkin, tapi jangan sampai roda mengunci. Jika ban mengunci, kurangi injakan rem. Selalu jaga kekuatan injakan berada di titik kritis. Tapi cara ini memang sulit serta membutuhkan adaptasi terhadap karakter mobil, ban dan jalan.

- Pulse.
Sesuai namanya, Anda membuat pulsa injakan rem. Caranya, tendanglah keras pedal berulang kali sampai mobil berhenti. kunci dari cara ini adalah kecepatan tendangan. Makin cepat frekuensi dan kekuatan tendang, makin cepat pula mobil berhenti. Cara ini melelahkan tapi sangat efektif di jalan licin.

b. Perhatikan kondisi jalan.
Pengereman tidak bisa di pukul rata untuk seluruh jenis jalan. Beberapa kondisi memerlukan pendekatan berbeda. Seperti yang Kami paparkan di bawah ini.

- Jalan Licin.
Hati-hati bila anda menggunakan mobil tanpa ABS – karena roda sangat gampang terkunci. gunakan metode pengereman pulse. Jangan bergantung sepenuhnya pada sistem rem, bantu dengan engine brake dengan menurunkan gigi persneling.

- Jalan tanah berkerikil.

- Lubang / polisi tidur

3. Mundur.

4. Menyalip.

5. Mengemudi Hujan.

6. Banjir.

7. Perilaku di TOL.

a. Jangan jadi bumper Driver.
Bumper Driver adalah sebutan bagi pengemudi yang hanya melihat ke depan moncongnya saja dalam jarak dekat ( 8 – 10 meter ). Seorang pengemudi aman akan selalu melihat jauh ke depan, supaya bisa tahu apa yang akan di laluinya 7 – 10 detik ke depan. Jika terhalang mobil depan, bergeserlah sedikit supaya ruang pandang terbuka.

b. Memantau kondisi sekitar.

c. Kuasai teknik pengereman.

d. Kecepatan maksimum.

e. Kondisi kendaraan.

f. Mengantisipasi perilaku agresif.

g. Kondisi fisik.

8. Jalan Sore.

9. Situasi Darurat.

a. Understeer ( Moncong mobil tak mau belok di tikungan ).
- Jangan banting steer.
- Kurangi putaran roda secara halus dan bertahap.
- Kurangi tekanan pedal gas secara halus untuk mengembalikan titik berat ke bagian depan mobil, sehingga traksi roda depan kembali pulih.

b. Oversteer ( Bagian belakang terlempar menjauhi mulut tikungan ).
- Hindari akselerasi atau deselerasi secara mendadak dan tiba-tiba.
- Lakukan counter steer.
- Akselerasi secara halus dan bertahap.

c. Rem blong.
- Segera pompa ( mengocok ) pedal rem untuk mengembalikan daya rem.
- Lakukan deselerasi dengan memindahkan persneling ke gigi lebih rendah.
- Jika sistem rem gagal, maka gunakan rem tangan dengan tetap menahan tombol pengunci aplikasi secara bertahap.
- Arahkan kendaraan ke tempat yang relatif aman untuk membuat mobil berhenti, seperti : trotoar, pohon, tembok dll.

d. Pecah ban.
- Pertahankan arah dengan memegang steer dengan pasti.
- Lakukan deselerasi secara halus dan gradual. Jangan injak rem.
- Saat mobil dapat dikendalikan, injak pedal rem bertahap sampai kendaraan berhenti total.

e. Mesin tiba-tiba mati.
- Periksa keadaan lalu linta sekitar, arahkan kendaraan ke tempat aman.
- Beri sinyal dan segera menepi.
- Nyalakan lampu emergency ( Hazard ).
- Pasang segitiga pengaman dengan benar.
- Panggil bantuan.

f. Kebakaran di mobil.
- Segera tepikan kendaraan ke tempat yang aman.
- Segera keluar dari mobil bersama penumpang lainnya dan segera menjauh dari mobil.
- Jangan nekad memadamkan sendiri jika api terlalu besar.
- Jangan gunakan air, lantaran kurang efektif untuk kebakaran dari bahan bakar dan oli.

10. Panduan Perawatan kendaraan.

SELESAI

Kutipan :

http://forum.axic.or.id/viewtopic.php?t=295


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


Leave a Reply

CommentLuv badge