Riding Position
From : FSRJ Mailing List
posted by : karisma.riders@gmail.com
Apa yang paling penting saat riding? Bikers sejati harus menjawab: riding position (RP). Ini memang masuk akal, pasalnya, pembahasan ini adalah hal paling pertama dilakukan saat seorang bikers nyemplak motor.
Ini berkenaan dengan keamanan, refleks, kenyamanan, ketahanan sampai kesehatan biker. Karena penting dan serius, kami ajak 3 pakar sekaligus membahas masalah ini. Pertama, Joel Deksa Mastana, Chief Instructor, guru safety riding, Motorider Safety Trainer. Ahli kedokteran komunitas, dr. Aviandy Sukarto, Msc. SpKP dan Ir. Edi Setiadi Putra, Dosen Desain Produk FSRD Itenas Bandung yang mengajar soal ergonomi termasuk saat riding.
Supaya sreg, kita bahas dari sisi akademis. Buat mereka, riding position berkaitan erat dengan ilmu ergonomi yang didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari cara kerja suatu benda, dalam hal ini motor, yang meliputi aspek kenyamanan, keamanan dan safety.
“Kaitannya terhadap si rider yang didalamnya mempelajari antropometri (human dimension), Bio-Mechanic (ilmu tentang gerak tubuh), fisiologi (faal, psikologi dan penginderaan),” buka Edi.
Dari situ, para perancang motor tak boleh melenceng dari prinsip ini. “Karena akan berkaitan langsung dengan keamanan pengguna motor saat ia berkendara.”
Sesuai bidangnya, dr. Aviandy yang akrab dipanggil Kang Dondy menjabarkan. RP berkaitan dengan perlindungan terhadap tulang belakang. Katanya, saat manusia duduk, beban maksimal lebih berat 6-7 kali dari berdiri.
“Tulang atlas yang menyangga tengkorak mengalami beban terberat,” jelasnya. Jika RP-nya salah, bagian tulang belakang yakni vertebra lumbal 2-3 (mendekati tulang pinggul) akan terserang. “Jika salah terus, berulang-ulang apalagi ditambah getaran kontinu, akan timbul radang (atrosis lumbalis) lalu pengapuran tulang belakang dan terjepitnya syaraf tulang belakang. Jika sudah parah bisa terjadi fraktur atau patah,” wanti Kang Dondy.
Makanya secara awam, Joel yang lebih dekat pada praktek safety riding, menggarisbawahi pentingnya RP ideal ini. “Sebelum paham cara ngerem, manuver dan lainnya, ia perlu paham betul RP yang benar,” jelasnya.
Ia sadar, kurangnya informasi membuat banyak brothers tak menganggapnya penting. Baginya, kondisi RP nggak ideal sangat berbahaya baik jangka pendek maupun panjang. “Misal jangka pendek, akan bersentuhan langsung dengan refleks seseorang,” jelasnya.
Ia mencontohkan riding position tidak tegak, pegangan kaku dan lurus apalagi memegang setang secara terbalik. “Pengaruhnya bisa fatal. Pegangan terbalik mempengaruhi cara dia memutar gas, posisi tangan terhadap setang dan tingkat refleks plus ketahanannya dalam mengemudikan motor,” jelas Bro yang juga jadi instruktur di Mabes Polri ini.
Senada dengan Edi dan Aviandy, Joel mengharuskan RP tegak. “Di seluruh jenis motor. Bahkan di motosport pun sebenarnya bukan menunduk, tapi tegak dilihat dari posisi keseluruhan antara menggapai setang, posisi tubuh dan pijakan kaki yang dimundurkan.”
Jadi tegak lurus secara horisontal bukan vertikal. Artinya posisinya tetap tegak sesuai kaidah ergonomi ideal.