Kalimalang Sekarang Ini…

  Posted in Road Safety on

  by digitalmbul

Penambahan ruas jalan yang dilakukan di sepanjang Kalimalang memang banyak memberikan harapan kepada pengguna jalur itu dalam kesehariannya. Bayangkan saja, dari hanya 2 jalur, sekarang diekspansi menjadi 4 jalur, ditambah dengan Tol BECAK KAYU, luar biasa perubahannya.

Namun, dalam prosesnya, tampaknya ada yang tidak sesuai dengan norma keselamatan jalan. Seperti Sdr. Lucky Badan Pengawas Road Safety Association dalam perjalanannya menuju ke Sekretariat RSA untuk Rapat Kerja 2015 mengatakan, bahwa beliau hampir saja menabrak tukang bubur yang melintas. Dikuatkan juga oleh Ketua Umum RSA Indonesia yang mengatakan, dengan mata kepalanya, dia melihat banyak sekali potensi kecelakaan akibat pekerjaan tersebut.

Seperti mengingatkan kita dengan pembangunan separator busway diawal masanya, di ruas by-pass cawang, beberapa kali memakan korban, bahkan saya sendiri hampir menjadi korban dengan hilangnya upaya keselamatan dalam proses pekerjaannya.

Lalu apa sebetulnya yang terjadi?
Kita tengok sebentar ke Pasal 22 UU No. 22/2009 tepatnya di ayat (2) bahwa Penyelenggara Jalan wajib melaksanakan uji kelaikanfungsi Jalan sebelum pengoperasian Jalan.
Maka rujukan berikutnya adalah ke Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011, yang disebutkan dalam Pasal 1 ayat (1) Manajemen dan rekayasa lalu lintas adalah serangkaian usaha dan kegiatan yang meliputi perencanaan, pengadaan, pemasangan, pengaturan, dan pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan dalam rangka mewujudkan, mendukung dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, lalu di jelaskan di ayat (3) bahwa Keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan adalah suatu keadaan terhindarnya setiap orang dari risiko kecelakaan selama berlalu lintas yang disebabkan oleh manusia, kendaraan, jalan, dan/atau lingkungan. Secara jelas dan gamblang, bahwa seharusnya dalam pembangunan jalan, pengguna jalan wajib dibebaskan dari resiko kecelakaan jalan.

Kondisi Kalimalang dalam masa pembangunannya mengalami degradasi keselamatan jalan yang cukup tinggi, semisalnya, banyak dusaspun beton yang diletakan pada posisi yang kurang baik, ini terjadi di pertigaan universitas borobudur, arah dari cawang harus bermanuver ke arah serong kiri memotong arus dari arah pahlawan revolusi, belum lagi kondisi jalan yang belum layak, seperti banyaknya jalanan tidak rata yang sangat berbahaya untuk kendaraan roda dua, bahkan dengan kendaraan roda empat pun harus menurunkan kecepatannya (yang terkadang tiba-tiba), ditambah dengan kondisi rambu lalu lintas yang tidak berfungsi dengan baik, kemungkinan akibat dari pembangunan jalan dan pemindahan beberapa tiang listrik.
Sepanjang kalimalang dari arah bekasi maupun dari arah cawang, banyak sekali obstacle yang muncul tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan/rambu tanda hati-hati dalam jarak yang cukup.

Seperti yang dilansir dari Pedoman Umum Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan, DPU, bahwa dalam pembangunan badan jalan harus dilengkapi dengan rambu lalu lintas, karena berpotensi terhadap gangguan arus lalu lintas jalan.
Hal ini terjadi ketika para pengguna jalan diharuskan manuver secara tiba-tiba, hal ini sangat membahayakan, maka disarankan rambu-rambu pendahuluan harus dipasang pada titik-titik tertentu dimana ketika jalur tersebut berpotensi terjadi manuver, dan kondisi jalan harusnya dipastikan aman untuk semua jenis kendaraan untuk melakukan antisipasi obstacle yang terjadi selama perjalanan.

Di Road Safety Association menerapkan Rules Skills and Attitude untuk seluruh pengguna jalan, dalam hal ini, pengguna jalan harus lebih awas dengan rambu-rambu yang ada, maka, dengan kondisi seperti ini, sudah sepatutnya pemerintah daerah provinsi Jakarta memperbaiki rambu-rambu dan melengkapi semua fakto potensi kecelakaan sepanjang perjalanan di Kalimalang.

Kami tidak butuh nyawa melayang untuk membuat pemerintah peduli dengan keselamatan jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>